Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Menag Bertemu Dubes Maroko, Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Peningkatan Beasiswa
Kamis, 6 Februari 2025 20:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar bertemu dengan Duta Besar (Dubes) Maroko untuk Indonesia Ouadia Benabdellah, di Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta, Kamis (6/2/2025). Pertemuan membahas penguatan kerja sama di bidang pendidikan.
Kedua pihak menegaskan komitmen untuk meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Maroko serta memperkuat program pertukaran ulama dan santri.
"Saya akan mengirimkan pelajar saya ke negara Anda. Juga di tiga tempat, Amerika Serikat, Mesir, dan Maroko. Pihak LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) bertanya pada saya, 'kenapa Maroko?' Maroko adalah negara yang sangat istimewa," kata Menag kepada Dubes Maroko, seperti dimuat di website Kemenag.
Baca juga : Menko Polkam Dan Dubes Arab Saudi Perkuat Kerja Sama Keamanan Dan Perlindungan WNI
Menag menjelaskan, sistem pendidikan di Maroko lebih efisien dibandingkan beberapa negara lain dalam hal studi ke-Islaman. Program Magister di Maroko dapat diselesaikan dalam waktu dua tahun, dan Program Doktoral maksimal empat tahun.
"Jika kita bandingkan dengan Maroko, Master Program membutuhkan 2 tahun dan Ph.D. maksimum empat tahun. Saya rasa itu sangat intensif," ujar Menag.
Dubes Ouadia Benabdellah menegaskan, Pemerintah Maroko siap meningkatkan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia. Jumlah beasiswa yang diberikan terus bertambah untuk mendukung kerja sama di bidang pendidikan.
Baca juga : Kesejahteraan Rakyat Harusnya Meningkat
"Ketika saya tiba di sini, ada 15 beasiswa yang diberikan. Setelah 4 tahun, sekarang ada 50 beasiswa. Kita bisa lakukan lebih dari itu. Karena kita percaya dalam memperkuat hubungan ini," katanya.
Selain pengiriman mahasiswa, kerja sama juga mencakup pertukaran ulama dan santri untuk memperkuat pemahaman Islam moderat. Menag menyebutkan, ulama Indonesia dapat belajar banyak dari sistem pendidikan Islam di Maroko, yang memiliki sejarah panjang dalam kajian Islam berbasis tasawuf.
"Insya Allah, bidang pengadilan ulama, kita akan mengirimnya ke Maroko," pungkas Nasaruddin Umar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya