Dark/Light Mode

Ingin Hubungan Baik Dengan RI Terjaga

PM Malaysia Pastikan, Penyelidikan Kasus Penembakan WNI Berjalan Transparan

Jumat, 31 Januari 2025 19:57 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim dalam perayaan Hari Raya Imlek di Perak pada 31 Januari 2025. (Foto: Instagram)
PM Malaysia Anwar Ibrahim dalam perayaan Hari Raya Imlek di Perak pada 31 Januari 2025. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim angkat bicara soal insiden penembakan aparat Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) pada 24 Januari 2025, yang mengakibatkan satu WNI tewas dan empat lainnya luka-luka. 

Dari hasil penyelidikan terhadap APPM dan Polisi Diraja Malaysia yang menjaga wilayah perbatasan, Anwar mengatakan, aparat berupaya menangkap warga negara asing yang keluar masuk tanpa izin, tanpa visa.

Dalam konteks ini, Anwar mengatakan, insiden penembakan itu melibatkan sindikat penyelundup yang didanai uang dalam jumlah besar, baik dari Indonesia atau Malaysia.

"Namun sayangnya, dalam kasus terakhir ini, ada tuduhan aparat keamanan berulah hingga terjadi penembakan, yang mengakibatkan warga negara Indonesia tewas dan cedera," papar Anwar dalam perayaan Hari Raya Imlek di Perak, Jumat (31/1/2025), seperti dilansir situs resmi Kantor Perdana Menteri Malaysia.

Baca juga : BPIP Minta Pemerintah Malaysia Usut Kasus Penembakan PMI

"Media di sini memberitakan tentang aksi penyelundupan, orang-orang yang tidak memiliki hak memasuki wilayah kami, serta kartel dan sindikat haram. Sementara Indonesia menyebut tindakan aparat Malaysia tidak pakai aturan, ganas, dan tidak berperikemanusiaan," lanjutnya.

Anwar yang telah berbicara dengan Presiden Prabowo Subianto terkait hal tersebut, menyatakan prihatin. Dia meminta kasus ini diusut tuntas. 

"Indonesia adalah negara sahabat. Saya ingin, penyelidikan terkait kasus ini dijalankan secara transparan, dan tidak melindungi siapa pun. Pagi ini, saya telah meminta laporan investigasi pendahuluan disampaikan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia. Nantinya, hasil investigasi ini juga akan dikroscek dengan pihak Indonesia," beber Anwar.

Politisi berusia 77 tahun itu tak ingin hal-hal seperti ini mengganggu hubungan baik Malaysia dengan Indonesia. Namun, kata Anwar, Malaysia tetap harus menegakkan hukum. 

Baca juga : Duh, Kasus Kekerasan Seksual Naik Drastis

"Terlalu banyak orang yang datang tanpa visa. Terlalu banyak yang datang lewat jalur penyelundupan manusia, narkoba, dan barang-barang ilegal. Kita harus tegas menghadapi masalah ini. Kita jangan melanggar hukum. Jangan menuruti amarah, karena itu akan berdampak kurang baik terhadap hubungan kita," tutur Anwar.

Dia memastikan, pihaknya tidak akan melindungi siapa pun yang melanggar hukum.  Untuk itu, Anwar sudah membicarakan kasus ini dengan Kepala Polisi dan Menteri Dalam Negeri Malaysia.

Anwar ingin, kasus ini diusut tuntas, agar hubungan Malaysia dan Indonesia tetap baik.

"Saya tidak ingin kasus ini berlarut-larut. Ada sedikit keributan, karena kantor kedutaan kami di Jakarta diganggu. Ada yang melempar telur dan sebagainya. Saya tahu, ini hanya sekelompok kecil saja. Saya berharap, di Malaysia tidak terjadi reaksi keras," tegas Anwar.

Baca juga : Monitoring di Pelabuhan Bakauheni, Wamenhub Pastikan Arus Penyeberangan Jawa-Sumatera Aman & Lancar

"Mari kita patuhi hukum dan pahami bahwa terkadang kemarahan muncul karena laporan yang tidak bertanggung jawab yang mengobarkan suasana. Jangan berikan hukuman sebelum ada fakta. Berikan hukuman setelah investigasi selesai. Jadi kita harus menunggu. Saya ingin memberi Anda jaminan, bahwa investigasi dilakukan secara transparan. Kedua pihak harus mendapatkan laporan hasil investigasi," imbuhnya.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.