Dark/Light Mode

ILUNI UI Akselerasi Resiliensi Mahasiswa UI Lewat Gerakan Mental Health Champions

Rabu, 19 Maret 2025 22:12 WIB
Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) menggelar program Mental Health Champioms. (Foto: Dok ILUNI UI)
Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) menggelar program Mental Health Champioms. (Foto: Dok ILUNI UI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) menyoroti pentingnya upaya menjaga kesejahteraan psikologis mahasiswa dengan membangun resiliensi, yakni kemampuan beradaptasi dan bangkit dari tantangan hidup baik secara mental, emosional dan perilaku. 

“Upaya promosi kesehatan jiwa, khususnya bagi remaja, menjadi salah satu prioritas utama program ILUNI UI. Kami mendorong terwujudnya program kesehatan komprehensif yang meliputi deteksi dini, pendampingan, pembentukan jaring pengaman bahkan sampai upaya mendorong terwujudnya kebijakan kampus yang inklusif dan berbasis empati,” ujar Ketua Umum ILUNI UI Didit Ratam, Rabu (19/3/2025).

Didit yang juga merupakan Sekretaris Jenderal Perhimpunan Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (HIMPUNI) menyampaikan, studi yang dilakukan oleh Women Empowerment Center ILUNI UI pada tahun 2024 yang melibatkan 63 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia menunjukkan bahwa 54 persen responden mengalami tingkat persepsi stres ringan, sementara 46 persen lainnya mengalami tingkat persepsi stres tinggi. 

“Temuan tersebut mendorong kami untuk melakukan inisiasi intervensi yang lebih komprehensif untuk membangun resiliensi dan mendukung mahasiswa dalam mengatasi permasalahan kesehatan jiwa serta upaya preventif melalui program Mental Health Champions (MHC) UI,”  ujarnya.

MHC UI adalah sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan jiwa dan membangun resiliensi di kalangan mahasiswa. 

Baca juga : ITB Terima 1.911 Calon Mahasiswa Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi

Program MHC UI melibatkan mahasiswa yang memiliki minat dalam isu kesehatan jiwa serta berkomitmen dalam upaya promotif dan preventif di tingkat universitas. 

Ketua Women Empowerment Center ILUNI UI Visna Vulovik sekaligus sebagai penanggung jawab program ini mengatakan, sebelum anggota MHC UI terjun sebagai konselor sebaya, mereka dibekali pelatihan dan bimbingan dari alumni UI maupun profesional di bidang kesehatan jiwa.

“Kami ingin membekali mahasiswa UI sebagai champions untuk melakukan edukasi dan kampanye, penanganan pertama kesehatan jiwa melalui pendekatan dukungan psikologis awal, konseling dan rujukan ke layanan kesehatan jiwa serta advokasi,” ungkap Visna. 

Lebih lanjut, Visna menjelaskan, program ini dapat diterapkan secara strategis dan memiliki dampak luas. 

“Kami telah melakukan uji coba alat pendampingan kepada para mahasiswa, pembentukan jaringan pakar, pengembangan Panduan MHC UI yang berbasis ilmiah dan praktis, serta membangun jejaring rujukan layanan kesehatan jiwa," ujarnya.

Baca juga : Di Depan Mahasiswa UI, Mahfud Tebar Keyakinan Indonesia Emas 2045

Ekosistem ini dibangun agar kedepannya mahasiswa memiliki tingkat resiliensi yang baik di lingkungan akademik. 

 ILUNI UI memproyeksikan bahwa MHC UI dapat menjadi akselerasi resiliensi mahasiswa UI, dengan satu perubahan yang dilakukan secara kolektif.

 

Tercapainya resiliensi komunal di tingkat universitas maka setiap mahasiswa UI dapat mengenali potensi dirinya, produktif, mampu mengatasi kondisi stres sehari-hari dan bermanfaat untuk orang lain. 

MHC UI juga merupakan program yang memiliki kredibilitas yang baik, sebagaimana disampaikan oleh salah satu pakar pada pertemuan terbatas Uji Panduan Praktis MHC UI 14 Maret 2025 lalu, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH. Dr. Ray menyampaikan apresiasi terhadap tim ILUNI UI yang menginvestasikan energinya untuk mendukung kesehatan jiwa di kalangan Mahasiswa.

Baca juga : Kapolri Tegaskan Siap Kawal Mahasiswa Dan Pemuda Suarakan Pendapat

“MHC UI merupakan sesuatu yang memiliki kebaruan di dalam dukungan pertama kesehatan jiwa di lingkungan kampus. Apalagi konsepnya melibatkan ekosistem mahasiswa itu sendiri dan dibangun secara community based,: ujarnya.

Hadir pula pakar lainnya dalam pertemuan terbatas uji Panduan Praktis MHC UI Koordinator Layanan Konseling Klinik Satelit UI, Ika Malika, M.Psi; Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak , Prof. Dr. Zahrotun Nihayah, MSi; Badan Khusus PP Ikatan Psikolog Klinis Indonesia, Anna Surti Ariani, M.Psi; dan Pendiri Satu Persen dan SP Collective, Ifandi Khainur Rahim, S.Psi, CHRP.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.