Dark/Light Mode

Top, Siswa SWA Raih Beasiswa Harvard, Stanford, Dan UC Berkeley

Kamis, 10 April 2025 11:27 WIB
Ayden Haoken, siswa Sinarmas World Academy (SWA), untuk mendapatkan tawaran beasiswa dari universitas terbaik dunia, (Foto: Dok. SWA)
Ayden Haoken, siswa Sinarmas World Academy (SWA), untuk mendapatkan tawaran beasiswa dari universitas terbaik dunia, (Foto: Dok. SWA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Terobosan inovatif menjadi tiket emas bagi Ayden Haoken, siswa Sinarmas World Academy (SWA), untuk mendapatkan tawaran beasiswa dari universitas terbaik dunia, yaitu Harvard University, Stanford University, dan University of California, Berkeley.

Melalui penciptaan Zenith Charge System, sebuah teknologi pengisi daya nirkabel bertenaga surya yang ramah lingkungan dan mendukung petani di wilayah terpencil, Ayden berhasil menarik perhatian kampus-kampus bergengsi ini. 

Ketua Yayasan Sinarmas World Academy Deddy Djaja Ria, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian Ayden. 

Menurutnya, inovasi Ayden sejalan dengan komitmen SWA untuk tidak hanya mencetak siswa yang unggul akademis tetapi juga memiliki kepekaan terhadap isu lingkungan dan sosial. 

Baca juga : Kemenkop Sinkronisasi Kop Des Merah Putih Bersama Kepala Dan Perangkat Desa

“Kami ingin siswa kami tumbuh menjadi individu yang membawa dampak positif di masyarakat,” ujar Deddy dalam keterangannya, Kamis (10/4/2025).

Selain ketiga universitas tersebut, Ayden juga mendapatkan tawaran dari universitas kelas dunia lainnya seperti University of Pennsylvania (Wharton School), UCLA, UCSD, University of Washington, dan Purdue University. 

Teknologi Zenith Charge System yang dikembangkan Ayden mengandalkan energi matahari dengan sistem pelacakan otomatis, yang secara signifikan membantu petani di daerah terpencil mendapatkan akses energi yang bersih dan terjangkau. 

Atas inovasi ini, Ayden terpilih menjadi RISE Global Winner 2024, masuk dalam daftar 100 inovator muda dunia terbaik di bawah usia 18 tahun. 

Baca juga : Barcelona Bisa Rugi Besar Gegara Dani Olmo

Tak berhenti pada inovasi teknologi, Ayden juga aktif memberikan kontribusi sosial melalui start-up yang ia dirikan.

Ia mengadakan lokakarya robotika dan energi terbarukan, serta membantu sekolah-sekolah di daerah bencana dengan perlengkapan pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). 

Menanggapi kesuksesannya, Ayden membagikan beberapa kunci utama dalam meraih prestasi luar biasa tersebut. 

"Jangan takut mengambil tantangan besar, temukan tujuan hidup sedini mungkin, belajarlah dari setiap kegagalan, terapkan pendidikan dalam kehidupan nyata, serta kelilingi diri dengan komunitas yang positif support," ujar Ayden. 

Baca juga : Tirta II Raih BUMN Kategori Informatif 4 Tahun Berturut

Pencapaian Ayden menjadi bukti nyata kualitas pendidikan di Sinarmas World Academy.

Hal ini menekankan pentingnya eksplorasi ilmu lintas disiplin, pengembangan karakter, serta dorongan bagi siswa untuk menjadi pemimpin dan inovator global yang peduli lingkungan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.