Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ancaman Siber Semakin Canggih, Literasi Digital Indonesia Masih Rentan
Kamis, 1 Mei 2025 22:48 WIB
Dewasa kini, kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah berkembang begitu pesat dan membawa dampak perubahan yang sangat besar dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari aspek hiburan bahkan hingga pendidikan, AI hadir dengan memberikan bantuan efisiensi dan kemudahan. Namun, di balik segudang manfaat dan bantuannya, AI pun datang bersamaan dengan ancaman baru yang cukup mengerikan, yaitu kejahatan cyber yang kian makin canggih bahkan hingga sulit dibedakan dan dikenali.
Phising adalah salah satu bentuk ancaman yang kian marak terjadi pada era masa kini. Phising yaitu bentuk penipuan digital untuk mendapatkan informasi pribadi sensitif, seperti nomor kartu kredit, kata sandi hingga data pribadi lainnya. Dengan kemampuan bahasa selayaknya manusia, penjahat siber dengan mudah membuat e-mail atau pesan palsu yang begitu tampak seperti realita. Bahkan, Indonesia Anti-Phishing Data Exchange (IDADX), menunjukkan data apabila sepanjang 2024 terdapat 80.000 lebih pelaporan kasus phising di Indonesia.
Tak hanya phising, teknologi deepfake juga menjadi boomerang yang mematikan. Dengan bantuan AI di dalamnya, para pelaku kejahatan dapat memanipulasi wajah dan suara seseorang untuk membuat video palsu berkonotasi negatif yang tampak seperti nyata. Tentu saja hal ini dapat menyebarkan hoaks dan dapat merusak reputasi seseorang.
Literasi Dunia Digital Masih Minim
Sayangnya, dengan segudang ancaman kejahatan yang ada, tingkat literasi dunia digital masyarakat Indonesia masih belum memadai untuk menghadapi tantangan ini. Banyak pengguna sosial media belum dapat memilah dan memilih informasi yang baik dan benar. Bahkan sebagai masyarakat Indonesia belum menerapkan langkah keamanan dasar, seperti pengamanan kata sandi dengan autentikasi dua faktor atau menerapkan kata sandi sulit.
Berdasarkan data Kominfo pada 2024, jumlah pengguna internet di Indonesia meningkat pesat. Namun, nahasnya, tidak dibersamai dengan pemahaman terhadap kemanan digital.
Menjaga diri di Dunia Digital
Baca juga : ERIA Gelar Seminar Bahas Kiprah Indonesia dalam Perdamaian Kamboja
Di tengah mengerikannya ancaman AI, masyarakat dituntut untuk lebih waspada dan bijak dalam menggunakan internet dan sosial media. Berikut adalah langkah sederhana yang dapat dilakukan:
- Selalu memverifikasi sumber informasi sebelum menyebarluaskan ke publik.
- Menggunakan kata sandi yang kuat dan mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah di aplikasi penting.
- Tidak sembarang mengklik tautan atau mengunduh file dari sumber tidak dikenal.
Baca juga : Indonesia Tak Boleh Gentar
Di era dunia digital yang terus maju dan berkembang, kesadaran diri setiap insan menjadi benteng pertahanan utama dalam melawan kejahatan siber. Masyarakat perlu terus meningkatan literasi dan saling mengedukasi satu sama lain dalam membasmi ancaman yang terus menghantui. Sebab jika bukan dari diri sendiri, mau mulai dari mana lagi?
Pamella Viviana Kusnadi
Mahasiswi, pecinta dunia literasi, terutama sajak dan puisi
Mahasiswi, pecinta dunia literasi, terutama sajak dan puisi
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya