Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dies Natalis ke-36, USNI Gelar Seminar Nasional Sinergi Generasi Muda untuk Masa Depan
Kamis, 15 Mei 2025 22:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-36, Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) menyelenggarakan Seminar Nasional bertema "Sinergi Generasi Muda untuk Masa Depan: Menjadi Versi Terbaik Diri melalui Kreativitas, Inovasi, dan Transformasi”, di Kampus USNI, Jakarta, Kamis (15/5/2025).
Acara ini dirancang sebagai wadah pertukaran gagasan yang mempertemukan akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan lintas sektor, guna membahas peran penting generasi muda dalam menjawab tantangan zaman dan mendorong kemajuan bangsa.
Rektor USNI, Dr. Sihar P.H. Sitorus, menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan daya inovasi generasi muda Indonesia. USNI bukan hanya tempat belajar, tetapi ekosistem pembentuk karakter dan pemimpin masa depan
"Hari ini kita merayakan ulang tahun ke-36 USNI, suatu usia yang cukup dewasa dan harusnya cukup matang juga sudah memiliki pengalaman,” ujarnya, saat memberikan kata sambutan.
Rektor melanjutkan, USNI menyambut tantangan-tantangan di depan dengan pemikiran yang terbuka dan kesiapan untuk terus memperbaiki diri. Dia melihat, banyak kewirausahaan dari berbagai macam lembaga atau berbagai pihak ketiga.
Baca juga : USNI Gelar Seminar Internasional, Bedah BRICS Hingga Diplomasi Kopi
“Kita ingin anak-anak USNI bisa turut berkontribusi di sana untuk turut mematangkan diri mereka dan menemukan diri mereka. Itu adalah satu proses yang sangat berharga dan sangat mahal, saya pikir, ketika mereka bisa menemukan diri mereka,” tambahnya.
Sesuai dengan tagline USNI, menjadi versi terbaik diri bukan berarti harus sempurna, tetapi berkomitmen untuk terus bertumbuh dan memberi makna. Rektor ingin setiap mahasiswa USNI memiliki keberanian untuk mencoba, semangat untuk berinovasi, dan empati dalam memberi dampak yang lahir dari keberanian menghadapi tantangan, kesediaan untuk terus belajar, dan ketulusan dalam berkarya bagi sesama.
“Di sinilah kampus hadir sebagai ruang yang memungkinkan semua itu terjadi,” ujarnya.
Wakil Rektor I dan III USNI, Dr. Dian Alanudin, menggarisbawahi bahwa peringatan Dies Natalis tahun ini juga merupakan momentum refleksi dan transformasi bagi institusi. “Dies Natalis ke-36 ini menjadi momentum penting bagi USNI untuk terus relevan dan bertransformasi. Universitas yang sudah lama berdiri seperti USNI harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman,” jelasnya.
Dian juga menambahkan, USNI tengah membangun kolaborasi dengan berbagai mitra, baik eksternal maupun internal, termasuk media, kementerian, dan komunitas. Tujuannya, agar ekosistem pendidikan USNI berdampak maksimal.
Baca juga : Dies Natalis SKSG UI ke-9, PSSDIO Segera Aktifkan Kajian dan Kegiatan Olahraga
“Semua ini demi mewujudkan visi USNI sebagai universitas terdepan yang berkarakter kewirausahaan, berlandaskan originalitas dan patriotisme, serta memberikan makna bagi dunia,” jelasnya.
Komitmen terhadap sinergi dan kontribusi generasi muda juga tercermin dari kehadiran para pembicara yang diundang. Seminar ini menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif yang mendorong generasi muda untuk lebih aktif dan bertanggung jawab dalam pembangunan berkelanjutan.
Sebagai keynote speaker disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi. Dia menyampaikan urgensi keterlibatan pemuda dalam menciptakan sistem ketahanan pangan yang berdaya tahan dan berkelanjutan.
“Krisis pangan tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu lembaga. Dibutuhkan peran aktif dari generasi muda yang adaptif dan berpikir sistemik,” jelasnya.
Dia juga memberikan pesan yang membumi kepada generasi muda. “Kontribusi tidak harus menunggu menjadi sesuatu yang besar. Justru, perubahan besar sering bermula dari langkah kecil di lingkungan terdekat kita,” imbuhnya.
Baca juga : Menolak Makan Bergizi Gratis, Mematikan Masa Depan Bangsa
Memperkuat tema, Asisten Deputi Bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Kementerian BUMN, Edi Eko Cahyono, menekankan pentingnya sinergi generasi muda melalui aksi sosial yang tidak selalu harus berskala besar. Dia mengajak peserta untuk membangun kesadaran tanggung jawab dari hal-hal kecil.
“Bertanggung jawab itu bukan sekadar kewajiban organisasi, tapi sikap hidup. Generasi hari ini punya kekuatan luar biasa jika diarahkan dengan nilai dan tujuan yang benar,” ujarnya.
Sementara itu, Amanda Yulina Putri Rahayu mengajak peserta untuk menumbuhkan keberanian dalam proses pengembangan diri, terutama di tengah tantangan era digital dan ketidakpastian masa depan. “Transformasi diri dimulai saat kita berhenti membandingkan dan mulai bergerak. Kadang keberanian adalah awal dari kesiapan,” ujarnya.
Sesi seminar ditutup dengan pemaparan dari perwakilan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Tabrani. Dia menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pembangunan desa, yang dinilainya sebagai sumber kearifan lokal dan ketahanan sosial bangsa. Generasi muda didorong untuk terlibat langsung dalam berbagai program pengembangan, tidak sekadar mengamati atau mengumpulkan data, melainkan turut ambil bagian secara aktif di lapangan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya