Dark/Light Mode

Mahasiswa Ciptakan Kursi Roda Otomatis untuk Lansia, Solusi Bangkit dari Toilet

Sabtu, 14 Juni 2025 18:47 WIB
Manda Karistalia (tengah) dengan karya Lansia Care miliknya dan tim (Foto: Dok. Pribadi)
Manda Karistalia (tengah) dengan karya Lansia Care miliknya dan tim (Foto: Dok. Pribadi)

Masa tua adalah pasti, tak bisa dihindari. Wajar jika sebagian dari Anda nanti tak bisa berjalan lagi. Kaki itu tak lagi kuat berdiri, apalagi bangkit dari toilet yang pendek ini. Kursi roda saat ini masih diputar dengan engkol manual yang melelahkan tangan dan hati. Ya, benar. Kesulitan itu belum memiliki solusi.

Tapi, Manda Karistalia dan kawan-kawan punya solusinya. “Bagaimana jika engkol itu diganti dengan aktuator?” Maka ide itu pun muncul. Ditambah dengan bantuan baterai dan remote control, tentu akan sangat memudahkan para calon lansia di masa depan. Apalagi, generasi saat ini tak dapat lepas dari teknologi. Tentu saja Lansia Care akan diminati.

Dilakukanlah studi literatur. Mulai dari membaca buku, tak lupa juga artikel tertentu. Setelah cukup berilmu, dilanjutkan perancangan pada komputer itu. Perhitungan tak lupa disertakan. Kalkulator modern itu seolah berkata, shear stress (risiko patah) akan muncul di sini dan di sana.

Setelah merancang, dilakukan pula analisis pasar. Menurut pendapat, mesin tersebut masih cukup mengerikan, apalagi dengan besi yang mulai menghisap oksigen, membuatnya berkarat. Maka,  Pink menjadi solusi. Dengan pink, pendapat itu berubah. Yang dulunya seram, jadi lucu. Dengan vibes Barbie, calon lansia utamanya wanita tak lagi takut. Selain itu, warnanya sangat mencolok; pasti siapa pun yang melihatnya di toko akan tertarik.


Kursi roda Lansia Care yang diwarnai pink oleh Manda dan tim. (Foto: Dok. pribadi)

Tentu, upaya Manda dan tim tidak selalu berjalan mulus. Material aluminium yang sangat mahal menjadi alasan untuk menggantinya dengan besi. Selain itu, baterai yang direkomendasikan tak dapat dibeli. Aktuator itu ternyata membutuhkan energi yang sangat besar. Solusinya, Manda menggunakan listrik PLN yang telah tersedia dan murah, yang dipicu dengan remote kabel. Maka, rampunglah Lansia Care

Cara kerjanya super sederhana. Sandaran dapat dibuka, dan alat akan diposisikan dengan ketinggian tertentu. Nenek atau kakek diposisikan dengan hati-hati, lalu sandaran akan dikunci. Dengan adanya alat ini, masa lansia tak lagi suram. Tak ada lagi hambatan untuk pindah ke toilet setelah berbaring di kasur.

Manda dan tim adalah mahasiswa Departemen Teknik Mesin ITS 2024. Karya Lansia Care tersebut dirancang selama dua semester. Karya ini dipamerkan pada Pameran Capstone Departemen Teknik Mesin tahun 2025. Pameran dilaksanakan di Plaza dr. Angka Institut Teknologi Sepuluh November, pada Jumat, 13 Juni 2025. Dana untuk membuatnya berasal dari Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem.

Muhammad Hanif
Muhammad Hanif
Mahasiswa Departemen Teknik Mesin ITS 2024

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.