Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Mahasiswa UNNES GIAT 12 Pasang Lampu Sensor Efisienkan Penerangan Desa Sranten
Rabu, 13 Agustus 2025 22:58 WIB
Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tergabung dalam program GIAT 12 NGOPENI JATENG melaksanakan pemasangan lampu sensor di Desa Sranten, Boyolali, khususnya Dusun 3. Program ini berada di bawah penyelenggaraan Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) LPPM UNNES dengan dukungan mitra terkait. Lampu sensor dipilih untuk mempermudah sistem penerangan desa. Teknologi ini memungkinkan lampu menyala dan mati otomatis sesuai kondisi cahaya.
Sebelumnya, sistem penerangan di beberapa titik Desa Sranten masih dioperasikan secara manual. Warga menugaskan seseorang menyalakan lampu setiap malam dan mematikannya pagi hari. Metode ini dianggap kurang efisien dan memerlukan tenaga tambahan. Hal tersebut mendorong mahasiswa mencari solusi yang lebih praktis. Inisiatif ini sejalan dengan semangat bersama UNNES GIAT, membangun Indonesia dari Desa.
Baca juga : Mahasiswa LPSR Bekasi Gelar Program Pengembangan Masyarakat SAPA LANSIA
Pemasangan dilakukan secara gotong royong oleh kelompok UNNES Giat 12 bersama warga setempat. Titik lampu dipilih berdasarkan tingkat kebutuhan penerangan di jalan utama. Lampu sensor dipasang dengan memperhatikan keamanan kabel dan ketinggian tiang. Proses ini berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
Menurut penanggung jawab program, Arfan, lampu sensor akan menghemat energi dan biaya operasional penerangan. Sistem otomatisnya membantu warga tanpa harus menyalakan lampu secara manual. Penerangan yang stabil juga meningkatkan keamanan lingkungan pada malam hari. “Saya sangat berterima kasih karena adanya lampu sensor ini akan mempermudah tugas warga,” ujar Rumadi, Ketua RW 05 Dukuh Karanggondang.
Baca juga : Banjir Di Texas Tewaskan 104 Orang, Trump Ngeles Efisiensi Anggaran Penyebabnya
Warga setempat juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa UNNES Giat 12. Mereka berharap fasilitas ini bisa dimanfaatkan dan dirawat bersama. Warga berkomitmen menjaga lampu sensor agar bertahan lama. Program ini dinilai memberi dampak positif bagi kehidupan desa.
Mahasiswa UNNES Giat 12 berharap inovasi ini menginspirasi desa lain untuk menggunakan teknologi sederhana. Lampu sensor dapat menjadi solusi hemat energi. Dengan kerja sama yang baik, fasilitas publik dapat terus ditingkatkan. Efisiensi penerangan pun dapat dirasakan seluruh warga.
Laila Nisa’ul K
Mahasiswa GIAT 12 UNNES
Mahasiswa GIAT 12 UNNES
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya