Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Sebagai implementasi dari misi Asta Cita, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menginisiasi berbagai program prioritas bagi kemajuan pendidikan nasional.
Salah satu program vital yang dinahkodai oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti adalah penguatan pendidikan literasi, numerasi, dan sains teknologi melalui penerapan digitalisasi pembelajaran.
Program pemerintah yang satu ini memang sangat krusial mengingat perubahan global saat ini yang lebih banyak dipicu oleh pesatnya teknologi digital.
Setiap bangsa dan negara manapun saat ini dituntut untuk menguasai teknologi digital jika tidak ingin ketinggalan laju kereta zaman.
Langkah strategis untuk menanamkan kecerdasan digital adalah melalui pendidikan, karena pendidikan merupkan kawah bagi pembangunan kualitas manusia yang menjadi ujung tombak kemajuan kehidupan kebangsaan.
Tanpa kualitas manusia yang kuat, mustahil bagi sebuah bangsa dan negara bisa membangun kemajuan peradabannya.
Baca juga : Lawan Manila Diggers jadi Penentu Persib Datangkan Pemain Anyar
Mutu pendidikan karenanya harus menjadi prioritas utama dalam proses pembangunan nsional, termasuk dalam hal transformasi digital. Di antara unsur inti dunia pendidikan adalah sistem pembelajaran.
Karena itu, jika hendak membangun atau meningkatkan mutu pendidikan, terutama hubungannya dengan program digitalisasi, aspek yang pertama-tama harus disentuh dan diperhatikan adalah domain pembelajaran.
Sederhananya, mutu pembelajaran adalah basis peningkatan mutu pendidikan, sementara peningkatan mutu pendidikan adalah basis kemajuan bangsa dan negara.
Dengan demikian: mutu pembelajaran juga merupakan basis kemajuan bangsa dan negara.
Digitalisasi Pembelajaran dan Respon Pemerintah
Pesatnya kemajuan teknologi informasi (TI) akhir-akhir ini telah menghadirkan perubahan besar dan fundamental dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan.
Baca juga : Omnichannel Jadi Solusi Hadapi Rojali Dan Rohana
Salah satu dampak paling signifikan adalah terjadinya transformasi metode dan sistem pembelajaran dari yang sifatnya konvensional menuju digital.
Pemerintah Indonesia, melalui Kemendikdasmen, telah merespons tantangan dan peluang era digital ini dengan meluncurkan berbagai program digitalisasi pembelajaran guna meningkatkan mutu dan akses pendidikan di berbagai pelosok negeri.
Transformasi ini tidak hanya relevan dalam konteks pandemi COVID-19 sebagaimana terjadi kemarin, tetapi juga bagian dari program dan strategi jangka panjang dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan di era Revolusi Industri 4.0
Digitalisasi pembelajaran merupakan proses penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam dunia pendidikan.
Program ini termanifestasikan dalam bentuk penggunaan perangkat digital, platform pembelajaran online, dan alat bantu teknologi lainnya untuk mendukung dan meningkatkan proses dan aktivitas belajar mengajar.
Meski demikian, digitalisasi pembelajaran tidak sebatas penggunaan teknologi secara praktis, tetapi juga mencakup perubahan kesadaran dan mindset para guru dan siswa dalam memandang, memahami dan menghayati arti penting kemajuan dan inovasi pendidikan dan ilmu pengetahuan.
Baca juga : Pekerjaan Rumah Pembinaan Pancasila
Digitalisasi pembelajaran merupakan salah satu program dalam kebijakan strategis pemerintah bidang pendidikan dan bagian dari pelaksanaan Asta Cita, khususnya pada cita keempat: “Meningkatkan kualitas manusia Indonesia melalui reformasi sistem pendidikan dan pelatihan dengan memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis riset dan inovasi.”
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah merancang dan melaksanakan sejumlah program digitalisasi pembelajaran.
Penerapan dann akselerasi digitalisasi pembelajaran yang digalakkan Kemendikdasmen ini berdasarkan Inpres No.7/2025. Program ini di antaranya diwujudkan dalam bentuk distribusi perangkat teknologi ke berbagai daerah, terutama sekolah-sekolah yang sebelumnya tidak memiliki akses internet atau perangkat digital memadai.
Untuk meelancarkan program penting berskala nasional ini, pemerintah juga bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta dan lembaga internasional, guna memperluas jaringan internet di sekolah-sekolah melalui program Gerakan Nasional Literasi Digital serta perluasan akses internet oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya