Dark/Light Mode

Asta Cita, Digitalisasi Pembelajaran dan Urgensinya

Rabu, 13 Agustus 2025 14:13 WIB
Wasekjen PP GP Ansor dan Direktur Cendekia Madani Budy Sugandi. Foto: Istimewa
Wasekjen PP GP Ansor dan Direktur Cendekia Madani Budy Sugandi. Foto: Istimewa

 Sebelumnya 
Sejumlah Urgensi

Ada sejumlah urgensi penting yang menjadi dasar atau alasan mengapa digitalisasi pembelajaran harus diwujudkan: pertama, untuk meningkatkan akses dan kesetaraan pendidikan.

UNESCO dalam Education for All Global Monitoring Report: Reaching the Marginalized (2010: 87) melaporkan bahwa digitalisasi mampu membuka akses bagi para peserta didik di daerah-daerah terpencil untuk memperoleh materi pembelajaran yang sama dengan peserta didik di kota-kota besar.

Maka, program ini tentunya merupakan jawaban atas ketimpangan kualitas pendidikan antarwilayah yang selama ini menjadi masalah struktural pendidikan di Indonesia. Kedua untuk melakukan adaptasi terhadap perubahan sosial dan teknologis.

Baca juga : Lawan Manila Diggers jadi Penentu Persib Datangkan Pemain Anyar

Dunia kerja dan kehidupan sosial sekarang ini sangat dipengaruhi bahkan ditentukan oleh teknologi digital. Karena itu, seperti ditegaskan Marc Prensky dalam Teaching Digital Natives: Partnering for Real Learning (2010:15), pendidikan juga harus mampu berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan agar peserta didik memiliki kompetensi digital yang mumpuni demi menghadapi perubahan-perubahan dunia global.

Lalu ketiga, selain untuk melakukan efisiensi dan inovasi pembelajaran, digitalisasi pembelajaran juga bisa memungkinkan penyampaian materi secara lebih interaktif, adaptif dan berbasis data terhadap kebutuhan individu anak didik.

Neil Selwyn (2016: 102), menyatakan bahwa teknologi memungkinkan penerapan metode pembelajaran berbasis data (data-driven learning), personalisasi pembelajaran dan pembelajaran berbasis proyek secara daring.

Masih banyak tentunya manfaat atau urgensi dari pogram digitalisasi pembelajaran, termasuk misalnya untuk membangun resiliensi sistem pendidikan. Pandemi di masa lalu telah menjadi katalisator bagi percepatan digitalisasi pembelajaran.

Baca juga : Omnichannel Jadi Solusi Hadapi Rojali Dan Rohana

Akan tetapi, lebih dari itu, digitalisasi pembelajaran yang sekarang tengah digencarkan pemerintah adalah juga untuk membangun resiliensi sistem pendidikan dalam menghadapi krisis serupa di masa-masa yang akan datang.

Selain itu, meski pembangunan terus digalakkan di berbagai daerah oleh pemerintah, di Indonesia kini masih banyak sekolah di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) yang belum memiliki akses listrik dan internet.

Di sisi lain, para guru juga masih memerlukan pelatihan intensif dalam penguasaan TIK dan desain pembelajaran digital. Tentu saja semua ini merupakan sebuah tantangan yang harus segera diatasi.

Dalam rangka merspon dan mengatasii berbagai persoalan krusial ini, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah-langkah strategis dan jangkan panjang, di antaranya menggalakkan digitalisasi pembelajaran dalam dunia pendidikan.

Baca juga : Pekerjaan Rumah Pembinaan Pancasila

Jadi, digitalisasi pembelajaran merupakan sebuah keniscayaan sekaligus kebutuhan mendesak dalam menghadapi tantangan global di abad ke-21.

Pemerintah Indonesia melalui Kemendikdasmen kini telah menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi digital di bidang pendidikan melalui berbagai program strategis.

Penulis adalah Wasekjen PP GP Ansor dan Direktur Cendekia Madani Budy Sugandi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.