Dark/Light Mode

STF UIN Jakarta Resmikan Filantropi Hijau EcoRanger Ksatria Penjaga Bumi

Selasa, 26 Agustus 2025 18:19 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta meresmikan kompleks Filantropi Hijau di Cercondeso, Desa Cidokom, Bogor.

Kegiatan bertajuk EcoRanger Ksatria Penjaga Bumi ini digelar bersama Pusat Pengembangan Green Campus UIN Jakarta dengan melibatkan berbagai program ramah lingkungan.

Rangkaian kegiatan meliputi penanaman bibit pohon, pemasangan panel surya, pembangunan saung belajar, pembuatan sumur resapan air hujan, hingga pelatihan pemberdayaan perempuan pelaku UMKM hijau. 

Pada kesempatan yang sama, STF juga meluncurkan program “Sampah Prestasi”, yakni konversi nilai jual botol plastik menjadi dana beasiswa bagi mahasiswa berprestasi namun kurang mampu.

Baca juga : Pelita Air Resmikan Penerbangan Internasional Perdana Ke Singapura

Koordinator Pusat Green Campus UIN Jakarta sekaligus Tim Fundraising STF, Johan Arsitya Lesmana, menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Cidokom.

“Terima kasih pada warga yang telah membuka diri terhadap gagasan dan inovasi berkelanjutan. Filantropi Hijau adalah ikhtiar pembangunan berkelanjutan yang bisa mentransformasi masyarakat untuk menjaga bumi dan melestarikan lingkungan,” ujar Johan.

Kegiatan ini juga mengedukasi anak-anak usia dini agar tumbuh menjadi pahlawan lingkungan.

Menurut Johan, kepahlawanan saat ini tidak lagi diukur dari angkat senjata, tetapi bagaimana melawan perusakan alam, deforestasi, serta keserakahan yang merugikan bumi.

Baca juga : Golkar Apresiasi Keberhasilan Program Kedaulatan Energi Pemerintah

“Pahlawan adalah mereka yang menanam pohon untuk bumi yang berkelanjutan,” tambahnya.

Selain anak-anak EcoRanger, kegiatan juga didukung relawan dari Caukin Studio London, lembaga filantropi berbasis arsitektur yang kerap membantu pembangunan di negara-negara berkembang.

Sebanyak 15 relawan dari lima negara—Swiss, Jerman, Polandia, India, dan Inggris—ikut serta membangun saung belajar dan berinteraksi dengan warga Cidokom selama dua bulan proyek berlangsung.

STF menegaskan, Filantropi Hijau merupakan legacy UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Program ini bahkan digadang sebagai pintu masuk peta jalan baru dalam konstelasi global.

Baca juga : Wamen Fajar: Filantropi Harus Jadi Akselerator Pendidikan Nasional

“Ke depan kita akan menggagas Kurikulum Hijau untuk mendampingi Kurikulum Cinta di Kementerian Agama serta konsep Deep Learning dari Kementerian Pendidikan,” kata Johan.

Johan menekankan bahwa paradigma terhadap sampah harus diubah. Selama ini sampah dianggap tak berguna, padahal masih punya nilai mulia.

"Dari sampah kita bisa membiayai banyak sarjana berprestasi di negeri ini,” tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.