Dark/Light Mode

DKI Jakarta Rancang Car Free Night, Belajar Dari Hong Kong hingga Singapura

Kamis, 10 Juli 2025 18:08 WIB
Suasana jalan pada malam hari saat jam pulang kerja di Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (9/6/2025). Pemprov DKI Jakarta berencana menggelar Car Free Night (CFN) atau hari bebas kendaraan bermotor setiap malam Minggu mulai pukul 22:00, dan mulai diuji coba usai puncak perayaan HUT Jakarta pada akhir Juni 2025. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Suasana jalan pada malam hari saat jam pulang kerja di Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (9/6/2025). Pemprov DKI Jakarta berencana menggelar Car Free Night (CFN) atau hari bebas kendaraan bermotor setiap malam Minggu mulai pukul 22:00, dan mulai diuji coba usai puncak perayaan HUT Jakarta pada akhir Juni 2025. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) tengah merancang program Car Free Night (CFN) sebagai bentuk inovasi ruang publik malam hari.

Saat ini, kajian menyeluruh masih dilakukan agar pelaksanaannya berjalan lancar dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi atau sosial yang telah berlangsung.

"Sementara untuk Car Free Night, kami laporkan bahwa saat ini Dinas Perhubungan terus melakukan kajian komprehensif agar penetapan lokasi Car Free Night itu memenuhi aspek terkait dengan keberlanjutan pelaksanaan program dan tidak mengganggu aktivitas lain yang sudah ada di sana," ujar Syafrin di Jakarta, Kamis (10/7/2025).

Baca juga : Pemprov DKI Bakal Uji Coba Car Free Night Di Kawasan Monas

Dishub DKI Jakarta juga melakukan benchmarking sekunder terhadap kota-kota besar dunia yang sudah lebih dulu menjalankan konsep serupa, baik Car Free Night maupun Night Market.

"Kami juga melakukan benchmarking secara sekunder terhadap kota-kota besar di dunia yang melaksanakan Car Free Night atau Night Market yang setara dengan yang nantinya akan dilaksanakan oleh DKI Jakarta," tambahnya.

Salah satu referensi utama adalah Hong Kong, di mana kegiatan CFN tidak dilakukan di jalan utama, melainkan pada jalan-jalan paralel yang potensial untuk mengembangkan kegiatan ekonomi baru tanpa mengganggu pusat aktivitas ekonomi yang telah stabil.

Baca juga : Golkar DKI Jakarta Serahkan Bantuan ke Korban Kebakaran Kapuk Muara

"Seperti contoh di Hong Kong, Car Free Night itu tidak di main road-nya, tetapi dia di jalan paralel yang sekiranya itu perlu aktivitas ekonomi. Bagi jalan main road yang sudah aktivitas ekonominya tinggi, itu tidak diganggu lagi dengan Night Market ataupun Car Free Night," jelas Syafrin.

Dia juga mencontohkan wilayah Temple Street yang paralel dengan Nathan Road di Hong Kong, sebagai contoh sukses implementasi Car Free Night secara strategis.

"Nah sama halnya nanti di sana ada yang namanya Road Temple. Itu dia paralel dengan Nathan Road. Ini yang berdasarkan kajian kami," tambahnya.

Baca juga : Dukung Car Free Night, DPRD DKI: Operasional Transjakarta & MRT Diperpanjang

Meski belum ada tanggal pasti pelaksanaan Car Free Night di Jakarta, Dishub menyatakan bahwa proses pengkajian masih berlangsung intensif, dengan harapan program ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

"Jadi lebih kepada bagaimana ruas jalan itu khususkan untuk pejalan kaki pada misalnya musim semi dan lain sebagainya. Jadi terus kami lakukan pendalaman dan kita harapkan kita bisa mendapatkan hasil yang optimal untuk penerapannya di Jakarta," tutup Syafrin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.