Dark/Light Mode

Satu Tahun Prabowo-Gibran

Wamen Fajar: Presiden Bangga dengan Pelaksanaan Program Interactive Flat Panel

Selasa, 21 Oktober 2025 13:05 WIB
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq membuka Bimbingan Teknis Digitalisasi Pembelajaran Jenjang SMA Gelombang 4, di Tangerang, Senin (20/10/2025). (Foto: Dok. Kemendikdasmen)
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq membuka Bimbingan Teknis Digitalisasi Pembelajaran Jenjang SMA Gelombang 4, di Tangerang, Senin (20/10/2025). (Foto: Dok. Kemendikdasmen)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam momentum satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Rizal Ul Haq menegaskan komitmen Kemendikdasmen untuk mempercepat pemerataan mutu pendidikan nasional melalui program digitalisasi pembelajaran berbasis Interactive Flat Panel (IFP). Hal itu disampaikan Wamen Fajar saat membuka Bimbingan Teknis Digitalisasi Pembelajaran Jenjang SMA Gelombang 4, di Tangerang, Senin (20/10/2025).

Menurut Wamen Fajar, digitalisasi pembelajaran kini menjadi salah satu fokus utama Presiden Prabowo sebagai bagian dari transformasi sistem pendidikan nasional yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Bapak Presiden sangat bangga dengan pelaksanaan program Interactive Flat Panel. Dalam Rapat Kabinet, beliau meminta agar jumlah IFP ditambah pada tahun depan agar semakin banyak sekolah di seluruh daerah, termasuk wilayah 3T, bisa menikmati pembelajaran digital yang setara,” ungkapnya.

Wamen Fajar juga menjelaskan, program IFP merupakan wujud konkret arah kebijakan pendidikan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Pemerintah berkomitmen menyiapkan perangkat digital pembelajaran modern bagi sekolah, lengkap dengan jaringan internet dan sumber energi mandiri melalui panel surya yang disediakan oleh PLN.

Dalam arahannya, Wamen Fajar menekankan bahwa keberhasilan digitalisasi pendidikan tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi, tetapi juga pada kompetensi guru sebagai pengguna kritis dan pencipta konten digital.

Baca juga : Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Perpusnas Hadir Demi Martabat Bangsa

“Bapak dan Ibu guru belajar harus menjadi critical user dan digital creator. Teknologi hanya bermakna jika digunakan dengan bijak, untuk memperkuat kemanusiaan, empati, dan semangat belajar anak-anak,” tegasnya.

Lebih lanjut, menurut alumnus program Doktoral Bidang Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan UGM tersebut, program Interactive Flat Panel dirancang bukan hanya untuk membantu pengajaran, tetapi juga untuk mendorong pembelajaran mendalam (deep learning) yang menghubungkan konsep dengan realitas kehidupan sehari-hari. IFP memungkinkan proses belajar yang kolaboratif, kontekstual, dan lintas disiplin ilmu.

Selain itu, menurutnya, Kemendikdasmen juga telah meluncurkan platform Rumah Pendidikan, yang menjadi pusat konten digital kuratif berkualitas dan terintegrasi dengan sistem IFP di sekolah-sekolah.

“Rumah Pendidikan bisa diunduh di perangkat masing-masing. Kontennya sudah dikurasi, dan menjadi otaknya IFP. Dua platform ini saling melengkapi, membentuk super apps pembelajaran nasional,” kata Wamen Fajar.

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar juga mengingatkan pesan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti yang menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan berbasis kolaborasi dan partisipasi semesta.

Baca juga : Misbakhun: Fondasi Ekonomi Menguat, Yakin Pertumbuhan Naik

“Keberhasilan digitalisasi pendidikan sangat bergantung pada partisipasi semua pihak, baik itu guru, pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha untuk memastikan akses dan kualitas pendidikan yang merata,” ungkapnya.

Direktur SMA Kemendikdasmen Winner Jihad Akbar menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kabar baik yang disampaikan Wamen langsung dari Istana.

“Kami sangat senang dengan kehadiran Pak Wamen Fajar. Para guru semakin bersemangat setelah mendengar kabar dari Istana malam ini tentang penambahan Interactive Flat Panel, ini kabar fresh from the oven," ujar Winner disambut antusias peserta yang hadir.

Di akhir sambutannya, Wamen Fajar menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian besar terhadap kesenjangan pendidikan, terutama antara daerah perkotaan dan wilayah 3T. Presiden meminta agar setiap anak di negeri ini memiliki akses yang sama terhadap teknologi dan ilmu pengetahuan.

"Digitalisasi pendidikan adalah cara kita memperkuat keadilan sosial dan menyiapkan generasi unggul untuk masa depan bangsa,” ucap Wamen Fajar.

Baca juga : Setahun Prabowo-Gibran, Politik Stabil, Perut Rakyat Aman

Kegiatan Bimbingan Teknis Gelombang 4 ini diikuti oleh 248 guru terpilih dari berbagai provinsi di Kalimantan dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Para peserta akan menjadi pengimbas di daerahnya masing-masing.

Program Digitalisasi Pembelajaran dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Program Digitalisasi Pembelajaran. Kebijakan ini berpijak pada tiga pilar pendidikan bermutu:

  1. Inklusif: pendidikan untuk semua tanpa diskriminasi;
  2. Adaptif: pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman dan potensi siswa;
  3. Partisipatif: keterlibatan semua pihak sebagai bagian dari kolaborasi dan partisipasi semesta.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.