Dark/Light Mode

Empat Kunci, Satu Pintu Persaudaraan

SMA Pangudi Luhur Rayakan 60 Tahun dengan Doa Lintas Iman

Rabu, 22 Oktober 2025 18:03 WIB
Foto: Ikatan Alumni SMA Pangudi Luhur.
Foto: Ikatan Alumni SMA Pangudi Luhur.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ikatan Alumni SMA Pangudi Luhur Jakarta menggelar kegiatan silaturahmi di Terowongan Silaturahim yang merupakan terowongan penghubung antara Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal.

Kegiatan bertajuk “Empat Kunci, Satu Pintu Persaudaraan” ini menjadi bagian dari program Road to Lustrum XII, yang puncaknya akan digelar pada 15 November 2025 di kompleks SMA Pangudi Luhur, Brawijaya, Jakarta Selatan, dengan tema besar “Bikin Geter”.

Persaudaraan atau yang sering disebut “brotherhood” di kalangan peserta didik dan alumni SMA Pangudi Luhur begitu melekat bahkan merupakan identitas.

Hal inilah yang menjadi inspirasi digagasnya kegiatan ini, betapa persaudaraan tidak dibatasi oleh perbedaan, bahkan disyukuri sebagai kekayaan yang memperkuat dan melengkapi dengan semangat toleransi.

Kegiatan ini mempertemukan empat lembaga utama: Keuskupan Agung Jakarta, Masjid Istiqlal, Yayasan Pangudi Luhur, dan SMA Pangudi Luhur Jakarta.

Momen bersejarah tersebut menjadi simbol harmoni antarumat beragama di tengah keberagaman bangsa. Prosesi dimulai dengan kegiatan simbolik di Terowongan Silaturahim, dilanjutkan dengan misa di Gereja Katedral yang dihadiri oleh perwakilan Bruder FIC, guru, siswa dan alumni sekolah SMA Pangudi Luhur, perwakilan sekolah Katolik seperti Kanisius, Gonzaga, De Brito, Santa Ursula, Regina Pacis Jakarta, Regina Pacis Bogor, Tarakanita & Strada.

Di Terowongan Silaturahim, para perwakilan berjalan dari dua arah, bertemu di tengah dengan membawa empat kunci sebagai simbol yang kemudian digunakan untuk “membuka pintu persaudaraan”.

Baca juga : Narasi Empatik, Kunci Keberhasilan Gerakan Lingkungan dan Sosial di Indonesia

Simbol ini menggambarkan tekad bersama menjaga semangat pluralisme dan saling menghormati.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Suparman, menegaskan bahwa perbedaan antara bangsa Indonesia bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk saling menjalin kasih sayang.

“Kita tidak perlu mempertentangkan perbedaan, karena semua agama mengajarkan kasih. Islam mengenal Ar-Rahman Ar-Rahim, Kristen mengajarkan kasih sesama manusia, demikian pula agama lainnya. Perbedaan itu nyata, tetapi bukan untuk dipertentangkan,” tegasnya Selasa (21/10/25).

Ketua Ikatan Alumni Pangudi Luhur (IKPL), Ichsan Perwira Kurniagung, menekankan bahwa makna Lustrum XII bukan sekadar perayaan usia sekolah, tetapi wujud nyata nilai kemanusiaan.

“Toleransi bukan slogan, tetapi komitmen. Keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan untuk saling merangkul,” ujarnya.

Kehadiran keluarga arsitek Masjid Istiqlal, Silaban, turut menjadi simbol persaudaraan yang telah terjalin sejak masa pembangunan dua rumah ibadah terbesar di Indonesia.

Ketua Yayasan Pangudi Luhur, Fransiskus Asisi Dwiyatno, FIC menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pendidikan humanis yang selalu dijunjung tinggi oleh lembaga Pangudi Luhur.

Baca juga : PLN Kerahkan Ratusan Personel Pulihkan Gangguan Listrik di Bali

“Anak-anak Pangudi Luhur belajar untuk hidup bersaudara lintas budaya dan agama, sebagai satu keluarga besar bangsa Indonesia. Nilai inilah yang ingin kami wariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.

Para alumni SMA Pangudi Luhur yang berkarya dan berbakti bagi bangsa Indonesia dalam berbagai bidang profesi selama ini telah mempraktekkan nilai yang ditanamkan sejak masa sekolah.

Ini menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pengembang ilmu pengetahuan namun juga karakter peserta didiknya.

Romo Benardus Teguh Raharjo, MSC yang merupakan alumni SMA Pangudi Luhur Angkatan 2001 dalam khotbah-ntya menekankan pentingnya nilai persaudaraan (Brotherhood) yang dialaminya selama bersekolah dan menganjurkan para siswa-siswa untuk mempertahankan nilai-nilai luhur tersebut.

Dalam prosesi utama, empat kunci simbolik diserahkan:

1. Kunci dari Masjid Istiqlal bergambar bulan dan bintang, lambang kedamaian

2. Kunci dari Gereja Katedral bergambar salib dan daun zaitun, simbol kasih

Baca juga : Kartini Masa Kini, Ini Mantri Perempuan BRI Gigih Berdayakan Pengusaha Mikro

3. Kunci dari Yayasan Pangudi Luhur melambangkan peran pendidikan sebagai pembentuk karakter

4. Kunci dari Ikatan Alumni Pangudi Luhur melambangkan semangat brotherhood lintas generasi dan iman.

Bruder Fransiskus Asisi Dwiyatno, FIC dari Yayasan Pangudi Luhur menyampaikan, pendidikan mereka menanamkan karakter terbuka, penuh kasih, dan menghargai perbedaan. "Nilai ini bukan hanya diajarkan, tetapi dihidupi," ucapnya. 

Sejak berdiri pada 1965, SMA Pangudi Luhur Jakarta dikenal sebagai sekolah yang menanamkan nilai kasih, tanggung jawab, dan solidaritas lintas iman.

Perayaan ini bukan hanya selebrasi enam dekade perjalanan, tetapi juga peneguhan semangat persaudaraan lintas agama menuju Indonesia yang damai dan bersatu.

Rangkaian acara meliputi kegiatan sosial, budaya, dan edukatif, termasuk BrotherCare di RSAB Harapan Kita bersama anak-anak penderita kanker, kegiatan olahraga, seperti pertandingan Padel, Jalan Pagi dan Lari, hingga puncak reuni akbar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.