Dark/Light Mode

FSRD Trisakti Bawa Teknik Batik Kontemporer ke China

Jumat, 21 November 2025 18:36 WIB
Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) internasional Universitas Trisakti, di Guangxi Minzu Normal University, China, 18 November 2025. (Foto: Dok. Trisakti)
Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) internasional Universitas Trisakti, di Guangxi Minzu Normal University, China, 18 November 2025. (Foto: Dok. Trisakti)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Trisakti melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) internasional bertajuk “Cold Batik Technique Using Gutta Tamarind”, di Guangxi Minzu Normal University, China, 18 November 2025. Kegiatan berlangsung di Chongyi Building 204, No. 23 Fozi Road, Chongzuo City, Guangxi, dan menjadi salah satu kontribusi Trisakti dalam memperkenalkan teknik lukis batik Indonesia ke kancah global.

Program PKM ini diikuti 35 peserta, terdiri dari dosen, staf akademik, dan mahasiswa Guangxi Minzu Normal University. Mereka mendapat pelatihan teknik melukis batik menggunakan perintang warna berbahan gutta tamarind, yakni pasta yang dibuat dari serbuk asam jawa sebagai alternatif lilin dingin dalam pembuatan batik kontemporer.

Baca juga : Tekuk Lazio, Inter Ke Puncak

Tim PKM Universitas Trisakti—lima dosen dan lima mahasiswa—memberikan demonstrasi langsung mulai dari proses pembuatan pasta gutta tamarind, teknik pengaplikasian perintang pada kain, hingga pewarnaan dan penyelesaian karya. Para peserta terlihat antusias mengikuti tiap tahapan, terutama karena teknik ini menawarkan pendekatan baru yang menggabungkan kearifan lokal Indonesia dengan praktik seni lukis tekstil yang mudah diterapkan.

Koordinator PKM, Dra. Atridia Wilastrina, M.Ds., menjelaskan kegiatan ini membawa dua misi: memperkenalkan teknik batik kontemporer Indonesia dan memperkuat kemitraan akademik antara Universitas Trisakti dan Guangxi Minzu Normal University.

Baca juga : PSPP Trilogi Kenalkan Budidaya Vertikal Wiremesh Tower Garden

“Teknik lukis batik dengan lilin dingin berupa pasta gutta tamarind merupakan inovasi yang tetap berakar pada tradisi batik Indonesia. Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya membagikan keterampilan, tetapi juga mempererat hubungan akademik yang selama ini telah terjalin dengan sangat baik,” ujar Atridia, dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (21/11/2025).

Selain memberi pengalaman artistik baru bagi peserta, PKM internasional ini juga menjadi platform kolaborasi yang menegaskan komitmen Universitas Trisakti memperluas jejaring global dan menyebarkan nilai budaya Indonesia melalui seni. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, FSRD Universitas Trisakti berharap dapat terus memperkuat kontribusi dalam diplomasi budaya dan pendidikan, sekaligus menginspirasi kerja sama lanjutan di bidang seni rupa dan desain.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.