Dark/Light Mode

Gelar Munas, PPEI Bahas Inovasi Dan Aturan Industri Vape

Jumat, 12 Desember 2025 17:50 WIB
Musyawarah Nasional PPEI 2025 di Jakarta, Rabu (10/12/2025). (Foto: dok Ist)
Musyawarah Nasional PPEI 2025 di Jakarta, Rabu (10/12/2025). (Foto: dok Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Musyawarah Nasional (Munas) Perkumpulan Produsen E-Liquid Indonesia (PPEI) 2025 resmi digelar di Jakarta, Rabu (10/12/2025). Munas membahas inovasi dan aturan industri vape.

Salah satu kegiatan utama adalah talkshow yang menghadirkan perwakilan sejumlah instansi strategis, mulai dari Kementerian Perindustrian, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), hingga Badan Narkotika Nasional (BNN).

Dalam talkshow tersebut, para narasumber memberikan pandangan mengenai perkembangan industri vape di Indonesia, tantangan regulasi, serta peluang inovasi yang dinilai dapat menjadi motor pertumbuhan sektor tersebut.

Baca juga : Resmi Diliris, Avarta Media Siap Kolaborasi Dengan Komunitas Film Indonesia

Munas PPEI 2025 mengangkat tema “The Future of Vape Industry” yang menitikberatkan pada arah kebijakan dan strategi pengembangan industri vape ke depan. Fokus pembahasan meliputi evaluasi kinerja industri sepanjang 2025, proyeksi pertumbuhan pada 2026, serta kesiapan pelaku usaha menghadapi regulasi yang semakin kompleks. Tema ini juga dimaksudkan untuk menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan lembaga riset demi terciptanya ekosistem industri yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Merrijanti Punguan Pintaria, menegaskan bahwa penguatan kolaborasi menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan industri vape. Ia menilai pelaku usaha perlu menjaga solidaritas dan berkomitmen pada standar produksi yang aman dan berkualitas.

“Konsep The Future of Vape Industry hanya dapat terwujud jika pertumbuhan industri berjalan seiring dengan pemenuhan regulasi yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Baca juga : Rakernas PUTRI 2025, Bahas Kolaborasi Pemerintah, BUMN Dan Industri Rekreasi

Harapan serupa disampaikan Kepala Seksi Tarif Cukai dan Harga Dasar Direktorat Teknis dan Fasilitas Cukai DJP, Arie Kusuma. Ia menyebutkan PPEI memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antara pelaku usaha dan pemerintah, sehingga perubahan kebijakan dapat dipahami secara lebih komprehensif oleh industri.

“Keberadaan PPEI membuka ruang dialog yang lebih efektif dan dua arah. Produsen bisa memahami kebijakan dengan lebih jelas, sementara pemerintah mendapatkan masukan yang relevan dari industri,” katanya.

Sementara itu, Penyuluh Hukum Ahli Muda Badan Narkotika Nasional (BNN), Andrika Imanuel, menyoroti peran penting generasi muda dalam perkembangan industri vape nasional. Menurutnya, pelaku usaha muda memerlukan dukungan untuk dapat bertahan di tengah dinamika regulasi dan persaingan pasar.

Baca juga : Kemenperin: PMK 82 Kerek Kualitas Layanan Vokasi Industri

“Inovasi dan kreativitas anak muda adalah aset penting. Dukungan terhadap mereka akan mendorong industri vape Indonesia berkembang ke arah yang lebih sehat dan modern,” ujarnya.

Munas PPEI 2025 diharapkan menjadi momentum bagi para pelaku usaha untuk memperkuat kolaborasi dan merumuskan strategi bersama dalam menghadapi tantangan industri pada tahun-tahun mendatang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.