Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
President University Wisuda 1.644 Sarjana, 74 Mahasiswa dari 10 Negara
Senin, 22 Desember 2025 21:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - President University (PresUniv) menggelar Wisuda ke-21 dengan meluluskan 1.644 wisudawan, termasuk 74 mahasiswa internasional dari 10 negara. Prosesi wisuda diselenggarakan melalui Sidang Senat Terbuka, Minggu (14/12/2024) di President University Convention Center, Jalan H. Usmar Ismail, Kota Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi.
Sebanyak 74 wisudawan internasional tersebut berasal dari Amerika Serikat, China, Fiji, Mongolia, Myanmar, Pakistan, Palestina, Sri Lanka, Timor Leste, dan Vietnam. Jumlah ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 35 mahasiswa internasional.
“Jumlah mahasiswa internasional yang diwisuda tahun ini mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Rektor President University, Handa S. Abidin, dalam pidato pembukaannya pada Wisuda ke-21.
Sidang Senat Terbuka tersebut dihadiri jajaran korps diplomatik, antara lain Duta Besar Bangladesh, Duta Besar Republik Korea untuk PBB periode 2013–2016, yang juga pernah menjabat Presiden Dewan Keamanan PBB tahun 2014 serta Presiden Dewan Ekonomi dan Sosial PBB periode 2015–2016. Turut hadir Duta Besar Mozambik, Rwanda, Sudan, Tanzania, Vietnam, dan Yordania, serta Chargé d’Affaires Kedutaan Besar Kenya, Head of Chancery Kedutaan Besar Sri Lanka, Counselor Kedutaan Besar Angola, dan perwakilan Kedutaan Besar Iran.
Baca juga : FH Universitas Pancasila Bahas Diplomasi Maritim di Hari Nusantara 2025
Wisuda ke-21 ini dilaksanakan sepenuhnya dalam bahasa Inggris, menegaskan posisi President University sebagai salah satu perguruan tinggi dengan prosesi wisuda paling internasional di Indonesia.
Dari unsur pemerintahan, hadir Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus alumni President University Irene Umar, Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi M. Samsuri, serta Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Lukman. Hadir pula Jefrey Labovitz, United Nations Migration Chief of Mission to Indonesia, mewakili organisasi internasional.
Wisuda ini juga dihadiri jajaran pimpinan yayasan, senat universitas, civitas akademika, serta keluarga besar President University. Di antaranya Pendiri dan Chairman Jababeka Group Setyono Djuandi Darmono, Penasihat Senior Yayasan Pendidikan Universitas Presiden (YPUP) J. Satrijo Tanudjojo, Wakil Ketua Dewan Pembina YPUP Suteja Darmono, dan Ketua Pengurus YPUP Prof. Budi Susilo Soepandji.
Turut hadir International Chancellor President University Prof. Ki-chan Kim, Duta Besar Republik Indonesia untuk Qatar periode 2003–2007 Abdul Wahid Maktub, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Vietnam periode 2016–2020 yang juga menjabat sebagai penasihat Rektor President University Ibnu Hadi.
Baca juga : Bersama Slank, Bos HS Salurkan Bantuan Bagi Mahasiswa Sumatera Di Semarang
Handa menegaskan, kekuatan lulusan President University terletak pada penguasaan bahasa Inggris, kepercayaan diri, serta sikap saling menghargai yang tumbuh di lingkungan akademik yang multikultural. “Semua hal ini dapat diperoleh saat belajar di President University—universitas paling internasional di Indonesia. Inilah kekuatan kalian untuk meniti karier global,” tegasnya.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus alumni Program Studi Manajemen Fakultas Bisnis President University lulusan 2008 Irene Umar, mengaku bangga kembali berdiri di almamaternya. “Melihat hari ini begitu banyak mahasiswa yang diwisuda, saya semakin yakin bahwa keputusan berkuliah di President University 20 tahun lalu adalah keputusan yang tepat,” ujarnya.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menekankan bahwa capaian para wisudawan merupakan hasil ketangguhan dan keberanian untuk terus melangkah maju. “Tidak masalah jika kita belum tahu ingin menjadi apa. Selama kita setia pada tujuan, kita akan menemukan arah kita,” katanya.
Pesan juga disampaikan Duta Besar Republik Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun, melalui tayangan video. Ia menekankan pentingnya keterbukaan, konsistensi, dan kesungguhan dalam setiap peran yang dijalani. “Setiap tugas memiliki arti. Tetaplah terbuka dan terus melangkah maju,” tegasnya.
Baca juga : Pemerintah Perkuat Stranas P4GN, Lindungi Generasi Muda dari Bahaya Narkotika
Dalam kesempatan yang sama, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Lukman mengungkapkan bahwa dari 420 perguruan tinggi di wilayahnya, hanya 19 yang berstatus terakreditasi Unggul, dan President University menjadi salah satunya. “President University juga telah masuk dalam pemeringkatan universitas kelas dunia seperti QS World University Rankings dan Times Higher Education (THE),” ujarnya.
Pada momen tersebut, Lukman juga menyerahkan Surat Keputusan Guru Besar kepada dua dosen President University, yakni Prof. Jhanghiz Syahrivar di bidang Manajemen Pemasaran dan Prof. Anton Wachidin Widjaja di bidang Manajemen Strategi. Dengan penetapan ini, President University kini memiliki 12 profesor.
Diharapkan, penambahan dua guru besar tersebut dapat mendorong semakin banyak dosen President University untuk berkontribusi lebih luas dalam pengembangan dunia akademik dan pendidikan tinggi di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya