Dark/Light Mode

PLN EPI Kembangkan Biomassa, Karimun Jadi Proyek Percontohan

Selasa, 7 April 2026 19:09 WIB
PLN EPI Kembangkan Biomassa, Karimun Jadi Proyek Percontohan

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendorong pengembangan gasifikasi biomassa untuk mempercepat program dedieselisasi, terutama di wilayah terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik interkoneksi.

Upaya tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PLN EPI dan PT Karimun Power Plant untuk pengembangan bisnis syngas berbasis biomassa.

Kerja sama ini menjadi bagian dari dukungan terhadap transisi energi dan target net zero emisi 2060. Penandatanganan dilakukan di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan, pemanfaatan biomassa kini menjadi bagian penting dalam pembangunan ekosistem energi baru terbarukan yang terintegrasi.

“Potensi biomassa nasional mencapai sekitar 80 juta ton, namun baru dimanfaatkan sekitar 20 juta ton. Artinya, masih ada peluang besar yang bisa dioptimalkan untuk mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Hokkop.

Baca juga : Kampung Nelayan Ciptakan Banyak Lapangan Kerja: Dari 2 Jadi 12 Jenis Pekerjaan

Ia menjelaskan, pengembangan biomassa tidak hanya melalui cofiring pada pembangkit listrik tenaga uap, tetapi juga melalui jalur baru berupa syngas dari gasifikasi biomassa yang lebih fleksibel digunakan pada pembangkit listrik tenaga diesel maupun sistem terlindungi.

“Gasifikasi biomassa ini menjadi solusi konkret untuk daerah terpencil yang masih bergantung pada tenaga surya. Dengan pendekatan ini, kita bisa menekan biaya energi sekaligus mengurangi emisi,” tambahnya.

Menurut Hokkop, keterbatasan desain pembangkit listrik tenaga uap dan kesiapan infrastruktur menjadi tantangan dalam penyerapan biomassa melalui cofiring, sehingga diperlukan diversifikasi pemanfaatan.

“Karena itu kita membuka cabang baru melalui gasifikasi biomassa. Ini bukan hanya opsi teknis, tapi juga solusi bisnis yang lebih adaptif untuk menjawab kebutuhan energi di wilayah terpencil,” tegasnya.

Sebagai tahap awal, proyek percontohan akan dikembangkan di Karimun. Saat ini fasilitas tersebut memiliki kapasitas biomassa sebesar 1 megawatt dan berpotensi ditingkatkan hingga 2–5 megawatt.

Baca juga : PLN EPI Gandeng Mitra Garap Sorgum untuk Biomassa Nasional

Direktur PT Karimun Power Plant Arthur Palupessy mengatakan, pihaknya telah memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun dalam pengelolaan pembangkit listrik berbasis diesel.

Namun, transisi ke biomassa menghadapi tantangan pada kepastian harga dan pasokan bahan baku.

“Kami sudah terbiasa dengan sistem diesel yang memiliki standar biaya yang jelas. Tantangannya di biomassa adalah memastikan harga dan pasokan tetap stabil agar operasional tetap layak,” ujar Arthur.

Ia menambahkan, kebutuhan biomassa untuk pembangkit 1 megawatt dapat mencapai sekitar 35 ton per hari, sehingga diperlukan rantai pasok jangka panjang yang terintegrasi.

“Kalau pasokan dan harga bisa dijaga stabil, maka gasifikasi biomassa akan menjadi solusi yang sangat kompetitif dibandingkan solar,” jelasnya.

Baca juga : GAPASDAP: Keterlambatan KMP Wira Qaila Karena Slot Sandar Terbatas

Melalui kerja sama ini, PLN EPI akan berperan sebagai agregator sekaligus pengembang ekosistem biomassa, mulai dari pemetaan sumber bahan baku, pembangunan fasilitas produksi, hingga penyediaan teknologi gasifikasi dan distribusi syngas.

Ke depan,Model ini ditargetkan dapat direplikasi di sekitar 200 lokasi pembangkit listrik tenaga diesel di seluruh Indonesia untuk menekan konsumsi tenaga surya dan mempercepat transisi energi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.