Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ketika Naik Kelas Tak Lagi Menjamin Kemampuan Membaca dan Menulis Siswa SD
Jumat, 12 Juni 2026 16:13 WIB
Membaca dan menulis merupakan keterampilan dasar dalam proses belajar yang seharusnya ditanamkan sejak dini. Kemampuan membaca dan menulis seharusnya sudah dimiliki setiap siswa. Namun faktanya, pada 2025, di Bengkulu Tengah, ditemukan siswa kelas 5 SD belum menguasai kemampuan membaca dan menulis. Hal ini menunjukkan masih adanya persoalan dalam pendidikan dasar. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas proses pembelajaran serta sistem kenaikan kelas yang diterapkan di sekolah.
Ketidakmampuan membaca dan menulis pada siswa sekolah dasar dapat menimbulkan berbagai masalah dalam proses pembelajaran. Siswa yang belum memiliki kemampuan membaca dan menulis akan mengalami kesulitan memahami pelajaran, mengerjakan tugas, maupun mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas.
Apabila kondisi ini tidak segera ditangani, siswa dapat tertinggal jauh dibandingkan teman-temannya. Ketertinggalan tersebut dapat terus berlanjut hingga jenjang pendidikan berikutnya, menurunkan motivasi belajar, mengurangi rasa percaya diri, bahkan berisiko menyebabkan putus sekolah.
Baca juga : Kondisi Lamine Yamal Membaik, Spanyol Optimistis Sambut Piala Dunia
Fakta bahwa seorang siswa dapat mencapai kelas 5 tanpa menguasai keterampilan membaca dan menulis menunjukkan bahwa kenaikan kelas belum sepenuhnya menjadi jaminan tercapainya kompetensi dasar. Kondisi ini perlu menjadi perhatian karena kemampuan membaca dan menulis merupakan fondasi utama dalam proses belajar. Oleh karena itu, sekolah perlu memastikan bahwa setiap siswa memperoleh pendampingan yang sesuai ketika mengalami kesulitan belajar. Deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat diperlukan agar masalah tersebut tidak terus terbawa hingga jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Selain menjadi tanggung jawab sekolah, peningkatan kemampuan membaca dan menulis juga memerlukan peran aktif guru dan orang tua. Guru memiliki peran penting dalam membimbing serta memantau perkembangan siswa di sekolah. Di sisi lain, orang tua perlu memberikan dukungan dengan membiasakan anak untuk belajar dan membaca di rumah. Kerja sama, perhatian, serta komunikasi yang baik antara guru dan orang tua akan membantu mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami siswa sehingga pendampingan yang diberikan dapat lebih efektif.
Rendahnya kemampuan membaca dan menulis tidak hanya berdampak pada proses belajar siswa saat ini, tetapi juga dapat memengaruhi masa depan mereka. Jika masalah literasi dasar tidak segera diperbaiki, siswa akan mengalami kesulitan memahami informasi dan beradaptasi dengan tuntutan pendidikan yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dapat menghambat perkembangan potensi siswa serta mengurangi kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Baca juga : Menteri ATR Gencarkan Pengamanan Aset Umat
Peningkatan kemampuan membaca dan menulis harus menjadi perhatian utama dalam dunia pendidikan. Pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua perlu bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan literasi siswa sejak dini melalui pendampingan yang berkelanjutan.
Selain itu, perlu adanya evaluasi yang lebih optimal agar kenaikan kelas tidak hanya menjadi proses administratif, tetapi juga mencerminkan penguasaan kemampuan dasar yang dimiliki siswa. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi siswa yang mencapai jenjang pendidikan tertentu tanpa menguasai keterampilan membaca dan menulis sebagai bekal utama dalam proses belajar.
Nadhiya Syarifa Aini
Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Mulawarman
Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Mulawarman
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya