Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Bangun 29 Bendungan, Waskita Karya Perkuat Ketahanan Pangan Dan Ekonomi Daerah
- Terima Ancaman Bom, SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel Disisir Densus 88
- TikTok Perkuat Transparansi dan Literasi Konten Buatan AI
- PGN Sebut Jaringan Gas Sumatera Makin Kuat, Investor Diajak Lihat Langsung
- Disebut sebagai Sahabat, Kapolri Panggil Jaksa Agung Kakak Asuh
UIN Bandung Buka Prodi S2 Psikologi, Ini Pesan Sekjen Kemenag
Kamis, 9 Juli 2026 17:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung meluncurkan Program Studi Magister (S2) Psikologi pada Dies Natalis ke-20 Fakultas Psikologi, di Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/7/2026). Momentum ini semakin istimewa karena Fakultas Psikologi UIN Bandung juga berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul dari BAN-PT.
Sekjen Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin, mengingatkan agar pencapaian formal ini segera diterjemahkan ke dalam kontribusi nyata masyarakat. "Bagi saya, yang tidak kalah penting dari Akreditasi Unggul adalah bagaimana Fakultas Psikologi memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,” ucap Kamaruddin, dalam acara tersebut, seperti dimuat di laman kemenag.go.id.
Ia menerangkan, ruang aktualisasi psikologi sangat luas. Mulai dari layanan konseling, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan karakter bangsa.
“Tantangan kita adalah bagaimana ilmu yang kita miliki bisa diterjemahkan menjadi sesuatu yang impactful dalam membentuk karakter dan budaya masyarakat," tambahnya.
Baca juga : Kumpulkan Pimpinan Himbara, Prabowo Pastikan Ekonomi Indonesia Terus Membaik
Ia menekankan, di tengah tantangan sosial yang sudah menglobal dan melanda beban mental masyarakat saat ini, institusi pendidikan tinggi Islam harus melahirkan ahli psikologi yang mampu menghadiran solusi atas masalah sosial dan masuk ke ranah pelayanan publik. Bukan sekadar unggul secara akademik.
"Psikologi harus mengambil peran penting dalam membangun karakter bangsa. Di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, psikologi memiliki ruang yang sangat luas untuk menghadirkan solusi bagi persoalan keluarga, pendidikan, kehidupan beragama, hingga pelayanan publik," ujarnya.
Kamaruddin menyoroti pentingnya integrasi nilai keagamaan dalam ilmu psikologi keislaman untuk menjawab tantangan zaman. Menurutnya, pendekatan psikologi di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) memiliki posisi strategis karena menyentuh kedalaman manusia yang kompleks.
"Dalam perspektif Islam, manusia memiliki dimensi jasmani, rohani, dan nafs. Karena itu, ilmu psikologi memiliki peran yang sangat penting, terlebih di tengah perubahan global yang menghadirkan berbagai persoalan sosial, kebangsaan, dan keagamaan. Psikologi semakin relevan untuk memberikan solusi atas berbagai tantangan kehidupan," jelasnya.
Baca juga : Rumah Batik TBIG Gandeng Desainer Profesional, Ciptakan Desain untuk Anak Muda
Ia mencontohkan bagaimana Jepang membangun karakter bangsanya melalui intervensi psikologi sosial dan pendidikan moral sejak usia dini, yang bertumpu pada tiga nilai: menghargai diri sendiri, mencintai orang lain, dan mencintai lingkungan.
"Anak-anak diajarkan bahwa disiplin, berprestasi, hidup sehat, dan tepat waktu merupakan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Mereka dibiasakan membantu orang lain dengan tulus serta mencintai lingkungan melalui kebiasaan menjaga kebersihan sejak dini. Nilai-nilai sederhana ini membentuk karakter bangsa yang kuat," paparnya.
Dekan Fakultas Psikologi UIN SGD Bandung, Ulfiah, menyatakan kesiapan institusinya untuk menjawab tantangan tersebut melalui penguatan program pascasarjana yang baru dibuka. Program S2 ini ditargetkan menjadi motor penggerak riset intervensi sosial yang aplikatif.
"Hari ini kami me-launching Program Studi Magister Psikologi. Mudah-mudahan menjadi langkah awal untuk terus bertumbuh, berkembang, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat sesuai semangat kami, Bertumbuh Bersama, Berdampak untuk Sesama," kata Ulfiah.
Baca juga : Ini Yang Buat Persik Keok Lawan PSM Makassar
Ulfiah menambahkan, modal sosial alumni psikologi berbasis keagamaan saat ini sebenarnya sudah tersebar di berbagai sektor strategis nasional, mulai dari lembaga penyelenggara pemilu hingga parlemen. “Alumni ada yang jadi ketua Bawaslu, anggota DPR, ketua Prodi Psikologi di Perguruan Tinggi lain, dan lain-lain. Pokoknya alumni kita ada di mana-mana dan bisa ke mana-mana,” bebernya.
Rektor UIN Bandung, Rosihon Anwar, berharap Program S2 Psikologi ini mampu mengejar target menjadi program studi unggulan berikutnya guna mendongkrak persentase prodi unggul di kampus tersebut yang saat ini telah mencapai 75 persen.
Sebagai langkah strategis memperluas dampak pelayanan publik, dalam kesempatan yang sama pihak universitas langsung melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah mitra strategis, di antaranya Bawaslu Jawa Barat, Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Pemprov Jawa Barat, dan Forum Pondok Pesantren Jawa Barat. Kerja sama ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi para psikolog akademis untuk terlibat langsung dalam menyelesaikan beban mental psikologis di masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya