Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Wamen Fajar: Revitalisasi Sekolah Siapkan Generasi Pembelajar Di Era Digital
Sabtu, 25 Juli 2026 10:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan revitalisasi satuan pendidikan bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya membangun ekosistem pembelajaran yang mampu mencetak generasi pembelajar yang cakap teknologi, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Hal itu disampaikan Fajar saat meresmikan Gedung Laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di SMP Bumi Cendekia, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (24/7/2026). Laboratorium tersebut merupakan hasil Program Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2025.
Menurut Fajar, laboratorium tidak hanya menjadi fasilitas penunjang pembelajaran, tetapi juga ruang untuk mengembangkan nalar ilmiah, kreativitas, serta karakter peserta didik.
"Pendidikan yang memanusiakan memberi ruang kepada anak untuk berpikir, bereksperimen, dan menemukan sendiri pengetahuannya. Laboratorium tidak hanya melahirkan anak yang menguasai sains dan teknologi, tetapi juga membentuk karakter yang kritis, kolaboratif, dan mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat," ujar Fajar.
Baca juga : Pakar: Penyidik Bisa Terapkan Beban Pembuktian Terbalik pada Kasus Eks Jampidsus
Ia menegaskan, pemerintah memandang revitalisasi sekolah sebagai bagian dari pembangunan ekosistem pendidikan yang utuh, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan dasar dan menengah. Tujuannya menghadirkan lingkungan belajar yang aman, bermutu, dan ramah bagi peserta didik.
Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Cendekia, Hairus Salim H.S., menyambut baik dukungan pemerintah tersebut. Menurutnya, keberadaan Laboratorium IPA dan TIK akan memperkuat kualitas pembelajaran bagi para santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia mengatakan pesantren yang dikelolanya berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta bebas dari perundungan dan kekerasan.
"Laboratorium ini menjadi wujud sinergi pemerintah dan lembaga pendidikan swasta untuk melahirkan generasi yang beriman sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi," katanya.
Baca juga : Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Bali Mulai Dimanfaatkan Dukung KBM
Pada hari yang sama, Fajar juga melakukan peletakan batu pertama revitalisasi TK 'Aisyiyah Pembina Banguntapan di Kabupaten Bantul. Menurutnya, pembangunan pendidikan harus dimulai sejak usia dini karena merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
"Setiap bangsa besar selalu memulai investasinya dari anak-anak. Hari ini kita meletakkan batu pertama sebuah bangunan, tetapi yang sedang kita bangun sesungguhnya adalah harapan," ujar Fajar.
Ia menambahkan, revitalisasi satuan pendidikan menjadi mata rantai pembangunan sumber daya manusia yang berkesinambungan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga jenjang menengah.
Dalam kesempatan itu, Fajar juga menyoroti tantangan dunia pendidikan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Ia menjelaskan Kemendikdasmen telah menerbitkan Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan yang selaras dengan PP TUNAS.
Baca juga : Bupati Lombok Barat Ditangkap di Rumah Dinas, Usai Nobar Final Piala Dunia
Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan memastikan penggunaan teknologi mendukung proses belajar, bukan menjadi sumber gangguan yang mengurangi kualitas interaksi dan pembentukan karakter peserta didik.
"Kami tidak melarang anak menggunakan teknologi. Yang kami atur adalah agar gawai kembali pada fungsinya sebagai alat belajar, bukan sumber distraksi. Sekolah harus menjadi ruang tempat anak membangun nalar, karakter, dan kemampuan berinteraksi secara langsung," tegasnya.
Fajar menilai revitalisasi sekolah, penguatan karakter, dan perlindungan anak di ruang digital merupakan satu kesatuan strategi pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Ia menegaskan pembangunan pendidikan tidak berhenti pada pembangunan gedung baru, tetapi diarahkan untuk menghadirkan sekolah yang mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, memperkuat literasi digital yang sehat, serta melahirkan generasi pembelajar yang tangguh secara intelektual, sosial, dan moral.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya