Dark/Light Mode

Apa yang Masuk ke Tubuh Kita? Menelusuri Keamanan Pangan Sehari-hari

Kamis, 17 September 2026 16:04 WIB
Ilustrasi menelusuri keamanan pangan sehari-hari. (Gambar dibuat dengan AI)
Ilustrasi menelusuri keamanan pangan sehari-hari. (Gambar dibuat dengan AI)

Makanan merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia. Setiap hari, tubuh membutuhkan makanan dan minuman untuk memperoleh energi serta berbagai zat gizi yang diperlukan untuk menjalankan aktivitas. Namun, makanan yang terlihat baik dan menarik belum tentu sepenuhnya aman untuk dikonsumsi.

Keamanan pangan menjadi hal yang perlu diperhatikan karena pangan yang tidak diolah, disimpan, atau disajikan dengan baik dapat menjadi sumber berbagai masalah kesehatan. Secara global, pangan yang tidak aman dapat menyebabkan berbagai penyakit akibat kontaminasi biologis, kimia, maupun fisik (World Health Organization/WHO, 2024).

Keamanan pangan tidak hanya berkaitan dengan makanan yang sudah basi. Makanan dapat terkontaminasi oleh bakteri, virus, parasit, bahan kimia, maupun benda asing selama proses pengolahan hingga penyajian. Kontaminasi tersebut dapat terjadi ketika bahan makanan tidak dicuci dengan benar, alat masak tidak bersih, tangan tidak dicuci sebelum mengolah makanan, atau makanan disimpan pada tempat dan suhu yang tidak sesuai (WHO, 2012). Oleh karena itu, keamanan pangan perlu diperhatikan sejak pemilihan bahan makanan hingga makanan dikonsumsi.

Baca juga : Mengapa Kualitas Tidur Penting bagi Generasi Muda?

Kebersihan orang yang mengolah makanan juga memiliki peran penting. Penjual makanan, pengelola kantin, maupun anggota keluarga yang memasak di rumah perlu menjaga kebersihan diri dan peralatan. Mencuci tangan dengan sabun sebelum mengolah dan menyajikan makanan merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko penyebaran kuman. Selain itu, bahan makanan mentah sebaiknya dipisahkan dari makanan yang sudah matang untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang (WHO, 2012).

Masyarakat juga perlu lebih cermat ketika membeli makanan. Penampilan makanan yang menarik, harga yang murah, atau rasa yang enak tidak dapat menjadi satu-satunya pertimbangan. Kondisi tempat penjualan, kebersihan peralatan, cara penyimpanan, serta kondisi makanan perlu diperhatikan. Konsumen juga perlu memeriksa kemasan, tanggal kedaluwarsa, dan informasi pada label sebelum membeli produk makanan dan minuman kemasan. Kebiasaan membaca informasi pada produk dapat membantu konsumen membuat pilihan pangan yang lebih aman (WHO, 2012).

Keamanan pangan semakin penting di tengah meningkatnya kebiasaan masyarakat membeli makanan siap saji. Berbagai jenis makanan kini mudah ditemukan, mulai dari pedagang kaki lima hingga layanan pesan-antar. Kemudahan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga perlu diimbangi dengan kesadaran untuk memilih makanan yang aman dan berkualitas. Penanganan pangan yang tepat diperlukan untuk mengurangi risiko kontaminasi dan penyakit yang ditularkan melalui makanan (WHO, 2024).

Baca juga : Risiko Kehamilan di Usia Muda Akibat Pernikahan Dini

Masalah keamanan pangan bukan hanya tanggung jawab penjual atau produsen. Pemerintah, pelaku usaha, keluarga, dan konsumen memiliki peran masing-masing. Pemerintah perlu melakukan pengawasan dan edukasi, sedangkan pelaku usaha harus memastikan makanan yang diproduksi memenuhi prinsip kebersihan dan keamanan. Di sisi lain, masyarakat perlu meningkatkan pengetahuan serta menerapkan kebiasaan yang dapat mengurangi risiko penyakit akibat makanan. Upaya menjaga keamanan pangan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dari proses produksi hingga pangan sampai kepada konsumen (WHO, 2024).

Sebagai bagian dari upaya kesehatan masyarakat, pencegahan terhadap penyakit yang berkaitan dengan pangan harus dimulai dari hal-hal sederhana. Memilih bahan makanan yang baik, menjaga kebersihan tangan dan peralatan, memisahkan bahan mentah dari makanan matang, memasak makanan hingga matang, serta menyimpan makanan secara benar merupakan beberapa langkah penting untuk menjaga keamanan pangan (WHO, 2012).

Pada akhirnya, apa yang masuk ke dalam tubuh memiliki hubungan erat dengan kesehatan. Kesadaran mengenai keamanan pangan bukan sekadar pilihan, melainkan bagian dari upaya menjaga kualitas hidup. Dengan menjadi konsumen yang lebih teliti dan menerapkan kebiasaan pengolahan makanan yang bersih, masyarakat dapat bersama-sama menciptakan lingkungan pangan yang lebih aman dan mendukung kehidupan yang sehat.

Baca juga : Makanan Sehat Sering Dianggap Mahal dan Hambar, Ini Kata Lemonilo

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Rafi, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Makayla Aisyah, Khayla Terre Fany, Najwa Chairun Naya, Nawar Wulan, Gita Zaskya Putri Tanjung, Nafisah Luthfi Azizah, Kayla Humairoh, dan Nur Intan dari IKM 10 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.

IKM10 UINSU Stambuk 2026c
IKM10 UINSU Stambuk 2026c
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.