Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dolar Terkapar, Rupiah Melesat

Kamis, 18 Nopember 2021 09:50 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pagi ini nilai tukar rupiah dibuka menguar 0,07 persen di level Rp 14.233 per dolar AS dibanding perdagangan kemarin di level Rp 14.243 per dolar AS.

Mayoritas di kawasan Asia, mata uang Asia menguat terhadap dolar AS. Peso Filipina naik 0,12 persen, ringgit Malaysia menguat 0,03 persen, baht Thailand melonjak 0,01 persen, won Korea Selatan melesat 0,13 persen dari dolar AS dan yuan China menguat 0,01 persen. 

Berita Terkait : Awal Pekan, Rupiah Dibuka Kinclong

Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya melemah 0,06 persen atau 0,05 poin ke 95,77. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,45 persen ke level Rp 16.093, terhadap poundsterling Inggris naik 0,45 persen ke level Rp 19.169, dan terhadap dolar Australia juga melonjak 0,52 persen ke level Rp 10.309.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan meski rupiah dibuka menguat, namun potensi pelemahan masih terbuka. Hal ini terlihat dari pelemahan aset berisiko lainnya, seperti indeks saham Asia dan AS.

Berita Terkait : Jelang Akhir Pekan, Rupiah Joss Lagi

"Kekhawatiran pasar terhadap kenaikan inflasi yang bisa melambatkan perekonomian masih akan menekan aset berisiko, termasuk rupiah," jelasnya, Kamis (18/11).

Tercatat, beberapa negara mencatatkan lonjakan inflasi per Oktober 2021. Inggris misalnya, pemerintah mengatakan inflasi naik 4,2 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Berita Terkait : Dolar AS Jeblok, Rupiah Kok Ikutan Anjlok

Tak hanya itu, inflasi di AS sebesar 6,2 persen secara tahunan per Oktober 2021. Kemudian, harga produsen di China melonjak hingga 13,5 persen per Oktober 2021.

Sepanjang hari ini, Ariston memproyeksi nilai tukar rupiah bergerak melemah dengan kisaran Rp 14.200 per dolar AS hingga Rp 14.280 per dolar AS. [DWI]