Dark/Light Mode

Isu Tapering Makin Kuat, Rupiah Kembali Loyo

Rabu, 3 November 2021 09:59 WIB
Aktivitas di money changer. (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka)
Aktivitas di money changer. (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka melemah 0,14 persen di level Rp 14.270 per dolar AS dibanding perdagangan di level Rp 14.250 per dolar AS.

Senasib dengan rupiah, mayoritas mata uang Asia juga melemah terhadap dolar AS. Peso Filipina turun 0,32 persen, ringgit Malaysia melemah 0,06 persen.

Baca juga : Dihantui Sentimen Negatif, Rupiah Menguat Tipis

Bagitu juga dengan baht Thailand minus 0,19 persen, won Korea Selatan minus 0,01 persen, dan yuan China turun 0,01 persen.

Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya melemah 0,06 persen ke level 93,825.

Baca juga : Ngarep Menang Di Liga 2, Persija Kembali Tancap Latihan

Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,31 persen ke level Rp 16.493, terhadap poundsterling Inggris naik 0,20 persen ke level Rp 19.409, dan terhadap dolar Australia menguat 0,28 persen ke level Rp 10.582.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra melihat, saat ini pasar semakin khawatir dengan isu tapering yang akan dilakukan The Fed dalam waktu dekat.

Baca juga : Biar Makin Murah, Tahun Depan Toyota Produksi Lokal Mobil Listrik

Pasar mengantisipasi hasil rapat The Fed yang mengarah ke tapering atau pengurangan stimulus.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.