Dewan Pers

Dark/Light Mode

Peringati Hari Pohon, Pupuk Indonesia Tanam 5.500 Mangrove

Selasa, 23 Nopember 2021 09:21 WIB
Pupuk Indonesia menanam pohon mangrove. (Foto: ist)
Pupuk Indonesia menanam pohon mangrove. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pupuk Indonesia (Persero) melakukan penanaman 5.500 bibit mangrove dalam rangka mendukung pembangunan berkelanjutan (SDG's) terutama untuk tujuan penanganan perubahan iklim dan menjaga ekosistem darat. 

Direktur SDM, TK & Manajemen Risiko Pupuk Indonesia, Winardi mengatakan, penanaman bibit mangrove ini dilakukan oleh seluruh pegawai perseroan melalui program DonaTree VIRAL Challenge atau Virtual Running Walking & Cycling mulai November hingga pertengahan Desember. 

Ia berharap, kegiatan ini bisa membiasakan pola hidup sehat dengan cara olahraga lari, jalan, maupun bersepeda setiap hari. Nantinya, total kilometer yang berhasil dicatatkan karyawan akan dikonversikan menjadi jumlah bantuan pohon mangrove. 

Berita Terkait : Pesta Kembang Api Warnai Penutupan Indonesia Masters 2021

"Ini bentuk aksi nyata kami memerangi pemanasan global," ujarnya, melalui siaran pers, Selasa (23/11). 

SVP Umum & TJSL Pupuk Indonesia, Yana Nurahmad Haerudin menjelaskan, para peserta akan melakukan kegiatan VIRAL selama periode yang ditentukan untuk bisa melakukan penanaman mangrove. 

Di mana, acara penanaman bibit akan dilakukan dalam dua tahap. "Tahap pertama pada 21 November ini sebagai peringatan hari pohon sedunia dengan menanam 500 bibit mangrove di Kawasan Konservasi PIK, Jakarta Utara," jelasnya. 

Berita Terkait : Membanggakan, Lagu Indonesia Raya Berkumandang Di Sirkuit Mandalika

Sedangkan sisanya, dilakukan pada 11 Desember 2021, yaitu menanam 5.000 bibit mangrove di Kawasan Pantai Bahagia Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat. 

Selain itu, penanaman mangrove juga disesuaikan dengan jarak tempuh. Misalnya, memenuhi akumulasi jarak tempuh aktivitas running walking minimal 50 kilometer (km) dan maksimal 100 km. Sedangkan, untuk aktivitas cycling minimal 100 km dan maksimal 200 km. 

"Jumlah bibit yang akan didonasikan, yakni 20 bibit setara 50 km aktivitas running dan walking, sedangkan cycling sejauh 100 km. Jumlah bibit yang akan didonasikan bisa lebih banyak dan jarak tempuhnya pun akan menyesuaikan," pungkasnya. [IMA]