Dewan Pers

Dark/Light Mode

Perkuat Rantai Pasok, Borong Indonesia Gelar Borong BizWeek

Kamis, 11 Nopember 2021 20:05 WIB
Borong Bizweek. (Foto: Ist)
Borong Bizweek. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Para pelaku usaha mulai tancap gas untuk kembali bangkit setelah dihantam pandemi Covid-19. Country Manager Borong Indonesia Ronald Sipahutar mengatakan, momentum kebangkitan pertumbuhan ini harus disertai dengan perubahan dan adaptasi atas situasi pasar yang sudah masuk dalam masa new normal.

"Salah satu kunci keberhasilan adalah kemampuan melakukan inovasi pada sistem supply chain untuk memaksimalkan jangkauan serta go to market secara efektif dan efisien," ujarnya, di Jakarta, Kamis (11/11).

Hal ini telah dilakukan Borong Indonesia. Sebagai platform digital rantai pasok distribusi untuk membantu mengembangkan dan memudahkan skema dan struktur bisnis distribusi, Borong dapat menyederhanakan proses, fokus pada pelanggan dan mendorong bisnis tumbuh secara eksponensial.

Berita Terkait : KPK: Sistem Pembayaran Pajak Di Indonesia Sulit, Jadi Celah Korupsi

Menurutnya, sebagai Software as aService (SaaS), Borong bisa digunakan oleh berbagai industri untuk mengelola proses SupplyChain, proses Pengadaan (E-Procurement), membangun e-commerce sendiri (Closed-Loop Marketplace) hingga mengelola pelanggannya via fitur CRM untuk meningkatkan Customer Life timeValue (CLV).

Dalam proses beradaptasi di masa new normal, Borong Indonesia mengadakan event bertajuk Borong BizWeek pada 23-24 November 2021.

Kegiatan edukasi ini akan dibagi ke dalam 2 sesi. Pertama, Borong Corner yang berupa seminar online untuk berbagi tentang industri supply chain dan pembaruan manajemen.

Berita Terkait : Mantap, Kopi Indonesia Rambah Pasar Balkan Eropa

Kedua, Borong Academy yang berupa sharing session mengenai strategi bisnis untuk pengusaha dan pengguna.

Acara itu rencananya akan digelar 23-24 November 2021. Acara ini bersifat terbuka dan dapat diikuti oleh semua kalangan. Mulai dari pengusaha Mikro, UKM, hingga Enterprise.

Akan ada 5 pembicara utama yang tidak hanya berbagi insights, tapi juga kemampuan teknis untuk dapat langsung diimplementasikan.

Berita Terkait : Bamsoet: Sean Gelael Pahlawan Motorsport Indonesia

Di era new normal, kata Ronald, sejumlah tantangan harus dihadapi para pelaku usaha, mulai dari perubahan mobilitas salesman, daya beli yang cenderung menurun, hingga dinamika model bisnis.

Tantangan-tantangan tersebut serta solusi bertahan dan berkembang di masa pandemi adalah salah satu topik yang akan dibahas pada seminar bertajuk 'Market Outlook 2022: Hopes & Fear 2022' dengan pembicara Yongky Susilo (Consumer & Retail Strategist), yang juga pernah menjabat sebagai Executive Director PT Nielsen Company Indonesia.
 Selanjutnya