Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dorong Program Ekspor Nasional, LPEI Jalankan Skema Penugasan Khusus Ekspor 

Senin, 6 Desember 2021 20:31 WIB
Foto: Dok. LPEI
Foto: Dok. LPEI

RM.id  Rakyat Merdeka - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) bersama Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian melakukan sosialisasi kepada disperindag provinsi, asosiasi, institusi serta berbagai sektor usaha dan pelaku usaha yang berorientasi ekspor di Bandung, Jawa Barat.

Hal ini terkait Penugasan Khusus Ekspor (PKE) diberikan pemerintah kepada LPEI, dalam menyediakan pembiayaan, penjaminan dan/atau asuransi untuk transaksi atau proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan. Namun dianggap perlu oleh pemerintah untuk menunjang kebijakan atau program ekspor nasional.

Berita Terkait : IFG Progress: Sektor Keuangan Non-Perbankan, Aspek Penting Pertumbuhan Ekonomi

Direktur Pelaksana II Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Maqin U Norhadi menyampaikan dukungannya, untuk meningkatkan nilai ekspor baik dari sisi volume maupun tujuan.

Perluasan pasar ekspor ke negara-negara non-tradisional, seperti Afrika,Timur Tengah dan Asia Selatan sangat terbuka. Namun ada beberapa kawasan-kawasan tertentu memiliki risiko yang sering dihindari baik oleh pelaku industri maupun perbankan nasional.

Berita Terkait : Indonesia Mampu Pertahankan Penurunan Kasus Covid-19...

"Untuk itu, pemerintah memastikan akan menyediakan dukungan fasilitas pembiayaan ekspor untuk menembus pasar tersebut,” katanya dalam siaran pers yang diterima RM.id, Senin (6/12).

Beberapa sektor usaha industri strategis Indonesia yang sudah menggunakan skema PKE antara lain pembiayaan pembuatan pesawat produksi PTDI yang diekspor ke Senegal (tahun 2019) dan Nepal (tahun 2021).

Berita Terkait : Dukung Pertumbuhan Ekonomi, BFI Finance Siapkan Layanan KPR Anyar

Pembiayaan ekspor kereta penumpang yang diproduksi PT INKA dan diekspor ke Bangladesh (tahun 2016, 2019 hingga 2020 ) dan proyek pembangunan 1.700 unit rumah bersubsidi (Lodgemont) di Baraki dan 2.250 rumah bersubsidi (Lodgemont) di Ain Defla dan Khemis Miliana, Aljazair yang dibangun oleh WIKA di  2020.

Peran Pemerintah melalui LPEI lanjut Maqin, untuk memberikan pembiayaan ekspor khususnya ke negara non-tradisional dapat menstimulus industri strategis dalam melakukan perdagangan (ekspor) ke negara-negara tersebut. Serta meningkatkan daya saing produk buatan Indonesia maupun jasa di negara tujuan tersebut.
 Selanjutnya