Dark/Light Mode

Beras Organik Petani Binaan JOB Pertamina-Medco E & P Tomori Sulawesi Prospektif

Rabu, 15 Desember 2021 21:09 WIB
Sulastri, warga Desa Sumberharjo, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah sedang menata beras-beras organik produksi kelompok tani Sumber Tani Lestari sebelum dijual ke pasar. (Foto: Istimewa)
Sulastri, warga Desa Sumberharjo, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah sedang menata beras-beras organik produksi kelompok tani Sumber Tani Lestari sebelum dijual ke pasar. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Beras organik yang diproduksi kelompok tani mitra binaan JOB Pertamina-Medco E & P Tomori Sulawesi di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, cukup prospektif di pasar.

Sejauh ini pemasaran sudah menembus Kota Palu dengan cara penjualan dalam jaringan (online).

Dayat Mante Sofyan, anggota kelompok Bernas Batui Selatan, mengatakan, sejak panen pada Oktober lalu hingga Desember 2021, sudah lebih dari satu ton beras organik yang terjual dengan harga Rp 13 ribu per kilogram. "Masih ada sekitar tiga ton lagi," ujarnya.

Dayat masih menggunakan akun media sosial WhatsApp dan Facebook pribadinya untuk mempromosikan beras tersebut. Ia bersyukur promosi beras organik itu direspons cukup baik oleh masyarakat.

Baca juga : Hari Ini Peletakan Batu Pertama GKI Yasmin, Alhamdulillah Toleransi Menang

"Awalnya mereka bilang coba-coba duilu. Sekarang dari hasil mencoba, mereka alhamdulillah bisa senang dengan beras organik," katanya.

Dayat berencana akan meluaskan pemasarannya dan berharap bisa menjual produk beras organik itu di Pulau Jawa. "Ke depan saya berencana pakai akun media sosial dengan nama kelompok," kata pria warga Desa Sinorang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai ini.

Lamri, bendahara kelompok tani Sumber Tani Lestari, binaan JOB Pertamina-Medco E & P Tomori Sulawesi di Desa Sumberharjo, Kecamatan Melong, Kabupaten Banggai, juga menilai beras organik sangat prospektif.

"Harga beras konvensional Rp 7 ribu pe kilogram. Itu pun di bulan Desember agak susah penjualannya. Kalau beras organik bisa dijual Rp 12 ribu per kilogram," ujarnya.

Baca juga : Petani Binaan Pertamina Sulap Sekam Jadi Pupuk Organik

Selama ini, Sumber Tani Lestari menjual beras organik dengan merek Beras Organik di wilayah sekitar desa, kecamatan, dan kabupaten. Pengemasannya dilakukan dengan menggunakan mesin yang dibantu Pemkab  Banggai. "Alhamdulillah ada pembeli dan konsumen yang butuh," ujar Lamri.

Besarnya potensi beras organik di pasaran tak lepas dari mulai tumbuhnya kesadaran publik mengenai kebutuhan terhadap makanan sehat.

Sunarto, pria warga Desa Sinorang yang berusia 55 tahun, tertarik dengan promosi mengenai baiknya beras organik bagi tubuh. Dia mencoba mengonsumsi beras tersebut dan akhirnya jatuh hati. "Ketemu beras lain tidak bisa lagi, karena sudah terbiasa dengan beras organik," katanya.

Sunarto sudah berlangganan beras organik kelompok Bernas Batui Selatan sejak 2015. Dia biasa membeli satu sak beras seberat lima puluh kilogram. Rata-rata satu sak beras itu habis dalam waktu tiga pekan.

Baca juga : Bernilai Ekonomi, Mitra Binaan Pertamina Sulap Jelantah Jadi Lilin

"Beras organik ini natural. Terasa ke tubuh bagus. Selama saya mengonsumsi beras organik, jarang sakit," katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.