Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia terus melakukan lobi perdagangan dengan negara-negara mitra dagang sebagai langkah antisipasi dampak negatif perang dagang antara Amerika Serikat dan China.
Yang terbaru, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berkunjung ke Grasse, Prancis untuk bertemu dengan Walikota Grasse , Asosiasi essential oil Prodarom, dan kelompok usaha dan industri Accords & Parfums, Pole de Competitivite, Mane, Robertet, Payan Bertrand, Bernardi, Tournaire, Firmenich, Asemer Demarest, SFA Romani.
Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Prancis, Marseille Asianto Sinambela mengatakan, Darmin berkunjung ke Prancis bersama Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi Internasional, Rizal Affandi Lukman
Baca juga : Mentan Kawal Distribusi Bantuan Korban Banjir di Sultra
"Kunjungan Menko Perekonomian ini untuk mendorong peningkatan kerja sama Indonesia dengan Grasse. Ini juga bentuk promosi hubungan langsung produsen minyak nilam, serai wangi, kemenyan, kapur barus dari Indonesia dengan pelaku usaha dan industri Grasse," kata Marseille dalam keterangan resminya, dilansir Antara.
Selama ini, kata dia, hubungan kerja sama Grasse dengan Indonesia berjalan cukup baik, khususnya komoditi minyak atsiri yang diserap industri parfum di Grasse.
Ke depan, produsen komoditas ekspor di Indonesia menginginkan adanya kerja sama langsung ekspor ke Prancis dan memperoleh referensi teknologi yang dapat diterapkan untuk memenuhi standar kualitas industri parfum di Perancis."Ini akan membuka kesempatan investasi proses produksi minyak atsiri di Indonesia," sambungnya.Disamping minyak atsiri, komoditas kopi juga menjadi topik bahasan utama yang lain dalam pertemuan tersebut.
Baca juga : Gubernur DKI Pesan Pemudik Jangan Main Gadget di Perjalanan
Menko Darmin memaparkan, Indonesia salah satu penghasil kopi terbaik di dunia, bahkan sejak abad 19 telah dikenal kopi Mandailing dan Lingtong.Dalam tiga tahun terakhir, teknologi dikembangkan lebih baik dengan bibit kopi unggul yang pernah menjadi primadona dunia. Disamping itu, Indonesia penghasil essential oil kualitas tinggi seperti Ctrinonela (serai wangi), kemenyan, kapur barus dan minyak nilam.
"Peluang pasar untuk produk unggulan ekspor Indonesia di wilayah Grasse masih terbuka lebar, serta terdapat kebutuhan besar minyak atsiri dan kopi dari Indonesia yang dapat diserap di pasar Prancis Selatan," ujarnya.
Sebelumnya, untuk meningkatan ekspor, Darmin telah menginstruksikan adanya tim khusus yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk menggenjot kinerja ekspor. Kemenko Perekonomian juga akan meninjau dan mengevaluasi kembali penerapan pelayanan terpadu satu pintu atau Online Single Submission (OSS).
Baca juga : Pertamina Tambah Penyaluran Elpiji di Bengkalis
Sementara Walikota Jêrome Viaud menyambut baik keinginan Indonesia untuk menjalin kerja sama dengan Grasse sebagai ibukota produsen parfum di Prancis, dan secara tradisional mengimpor bahan baku minyak atsiri dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Presiden asosiasi Prodarom, Phillip Massè menanggapi bahwa raw material dari Indonesia sebagian besar diperoleh melalui negara ketiga, dan sebagian kecil lainnya diperoleh langsung.
Sementara kerja sama sudah terjalin lama dan meningkat dalam 10 tahun Industri parfum Grasse membutuhkan data pendukung, baik kuantitas dan kualitas minyak atsiri Indonesia."Dengan demikian dapat dipetakan ketersediaan dan kebutuhan bahan baku dengan baik," kata Masse. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya