Dewan Pers

Dark/Light Mode

Genjot Pembiayaan Hijau, BNI Bakal Terbitkan Green Bond

Rabu, 11 Mei 2022 20:30 WIB
(Kiri ke kanan) Direktur Manajemen Risiko BNI David Pirzada, Direktur Treasury dan International BNI Henry Panjaitan, Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati, dan Direktur Bisnis UMKM BNI
Muhammad Iqbal dalam Public Expose Penawarkan Obligasi Korporasi Berwawasan Lingkungan (green bond) I BNI Tahun 2022, Rabu (11/5). (Foto: Dok. BNI)
(Kiri ke kanan) Direktur Manajemen Risiko BNI David Pirzada, Direktur Treasury dan International BNI Henry Panjaitan, Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati, dan Direktur Bisnis UMKM BNI Muhammad Iqbal dalam Public Expose Penawarkan Obligasi Korporasi Berwawasan Lingkungan (green bond) I BNI Tahun 2022, Rabu (11/5). (Foto: Dok. BNI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat komitmen di segmen green banking, dengan menawarkan obligasi korporasi berwawasan lingkungan (green bond) sebanyak-banyaknya Rp 5 triliun.

Sebagai pioneer green banking, BNI menjadi bank nasional pertama yang menerbitkan green bond dalam denominasi rupiah. Dana terhimpun akan digunakan untuk pembiayaan, maupun pembiayaan kembali proyek-proyek dalam kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL).

Berita Terkait : Gandeng Komite Pedagang Pasar, RNI Distribusikan Minyak Goreng Ke NTT

Adapun, surat utang ini ditawarkan dalam 3 seri, yakni seri A dengan jangka 3 tahun, seri B jangka 5 tahun, dan seri C jangka 7 tahun.

Kategori KUBL antara lain proyek-proyek yang berkaitan dengan energi terbarukan, efisiensi energi, pengolahan sampah menjadi energi dan manajemen limbah, penggunaan sumber daya alam (SDA), dan penggunaan tanah yang berkelanjutan.

Berita Terkait : Menhub: Kepadatan Kendaraan Di Merak Mulai Terurai Sore Ini

Kemudian konservasi keanekaragaman hayati darat dan air, transportasi ramah lingkungan, pengelolaan air dan air limbah yang berkelanjutan, adaptasi perubahan iklim, gedung berwawasan lingkungan, serta pertanian berkelanjutan.

Dalam kaitannya dengan pembiayaan KUBL, BNI telah menyusun Kerangka Kerja Green Bond (Green Bond Framework) yang didalamnya terdapat pengaturan mengenai mekanisme pemilihan proyek (project selection) dan penggunaan dana serta mekanisme pelaporan yang diperoleh dari Penawaran Umum Green Bond.

Berita Terkait : Ketum KONI Pusat: Pembinaan Olahraga Harus Bertahap Dan Berkelanjutan

Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati menegaskan, green banking merupakan salah satu sektor yang masuk dalam kategori sangat strategis bagi BNI. Selain karena manfaatnya yang sangat tinggi terhadap kestabilan dan keberlanjutan ekonomi jangka panjang. Perseroan memiliki banyak nasabah, debitur, serta mitra yang dapat diajak untuk bersama-sama mendorong terwujudnya green ekonomi di Indonesia.
 Selanjutnya