Dewan Pers

Dark/Light Mode

PPLI Jadi Rujukan Negara Dalam Pengolahan Limbah B3

Jumat, 20 Mei 2022 21:24 WIB
Tenaga Ahli Utama Kedeputian I Kantor Staf Presiden, Trijoko M Solehoedin, kala menyambangi kantor PPLI di Desa Nambo, Klapanunggal, Bogor, Kamis (19/5). (Foto: Istimewa)
Tenaga Ahli Utama Kedeputian I Kantor Staf Presiden, Trijoko M Solehoedin, kala menyambangi kantor PPLI di Desa Nambo, Klapanunggal, Bogor, Kamis (19/5). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) kian ngetop di dunia industri pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Perusahaan investasi dari Jepang ini, menjadi rujukan negara dalam pengolahan Limbah B3 di Tanah Air.

"Kami mengapresiasi keberadaan PPLI sebagai badan usaha yang melayani pengolahan limbah B3 secara profesional dan terintegrasi," ujar Tenaga Ahli Utama Kedeputian I Kantor Staf Presiden, Trijoko M Solehoedin, kala menyambangi kantor PPLI di Desa Nambo, Klapanunggal, Bogor, Kamis (19/5).

Kehadiran staf ahli Jokowi ini menggenapkan penilaian jika PPLI disebut sebagai rujukan negara dalam pengolahan limbah B3. Sejumlah institusi lebih dahulu mampir ke sini. Seperti kejaksaan, kepolisian, hingga tenaga medis. Semuanya, sama-sama belajar melakukan studi lapangan.

Berita Terkait : DPRD Dorong Pemprov DKI Swakelola Pengolahan Sampah RDF

Pun, kunjungan kantor staf kepresidenan (KSP). Kunjungan ini, dalam rangka tugas pokok dan fungsi KPS. Utamanya, dalam memberikan dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2019 serta berkaitan dengan isu di bidang lingkungan hidup.

Trijoko mengungkapkan, sejauh ini PPLI memiliki fasilitas pengolahan limbah B3 lengkap, termasuk untuk fasilitas pelayanan kesehatan.

"Di sini juga menjadi tempat penimbunan akhir residu yang dihasilkan insinerator pengolah limbah medis dari berbagai rumah sakit," terangnya.

Berita Terkait : KBRI Roma Perkuat Peran Pemuda Dalam Pertanian Berbasis digital

Harapannya, ke depan PPLI dapat berperan serta dalam pengembangan sistem pengelolaan limbah medis nasional. Bentuknya, bisa berupa pembangunan fasilitas di tempat-tempat lain atau pemberian bantuan teknis kepada daerah, seperti membangun fasilitas pengolah limbah medis.

Dalam kunjungannya, dia juga menjanjikan Pemerintah akan terus memberikan dukungan bagi terciptanya ekosistem pengelolaan limbah medis yang baik dan berkelanjutan melalui perbaikan regulasi, kelembagaan, serta pembinaan.

Menanggapi hal tersebut, Advisor PPLI Syarif Hidayat disela-sela menerima kedatangan pejabat istana tersebut menyampaikan apresiasi atas kunjungannya.

Berita Terkait : Ketum IKA Trisakti Dukung Arsitektur Muda Berkiprah Dalam Pembangunan Nasional

"Kami sejak 28 tahun silam tetap konsisten mendukung upaya Pemerintah dalam penanganan limbah B3. Kami dengan senang hati dan tetap komitmen mengikuti regulasi Pemerintah dalam penanganan dan pengolahan limbah industri," ujar Syarif.

Dalam kesempatan tersebut, para pejabat istana yang terdiri dari Trijoko M. Solehoedin, Hery Suhartono, Naudita Olivia Sihite, dan Nauval Putra Prabowo dengan didampingi Senior Technical & Support Manager PPLI, Yusuf Firdaus berkeliling melihat uji laboratorium yang dilakukan PPLI, unit pengolahan limbah menggunakan teknologi insinerator berkapasitas 50 ton perhari, serta berbagai fasilitas lainnya hingga ke bukit penimbunan atau dikenal dengan landfill. ■