Dark/Light Mode

E-Ticketing Diterapkan, Pegawai Bus Damri Bandara Soetta Mogok

Sabtu, 6 Juli 2019 10:09 WIB
Ilustrasi Bus Damri Bandara (Foto: Antara)
Ilustrasi Bus Damri Bandara (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ratusan pegawai Perum Damri melakukan aksi mogok massal pada hari ini, Sabtu (5/7). Akibatnya, layanan Damri Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten mengalami gangguan.

Terkait hal ini, Sekretaris Perusahaan Perum Damri Restiti Sekartini menyampaikan permohonan maaf karena pelayanan kepada penumpang menjadi terhambat.

Menurut Restiti, mogok kerja ini sudah terjadi sejak Jumat (5/7). Namun, puncak gangguan pelayanan baru terasa hari ini. Ia mengatakan, para pegawai yang mogok kerja itu menuntut para helper lama direkrut dan diposisikan kembali di dalam bus oleh Damri.

"Demo pengemudi diduga didalangi oleh segelintir provokator. Ini sudah mengarah pada tindakan anarkis. Mereka menyerang pejabat Damri. Mereka langsung menemui pejabat dan mempertanyakan kebijakan perusahaan, serta untuk mendapatkan titik temu,” katanya dalam keterangan tertulisnya kepada RMco.id, Sabtu (6/7).

Baca juga : Sandi Ngelesnya Norak

Saat ini, kata Restiti, Damri terus mengembangkan dan melaksanakan penggunaan electronic ticketing system alias e-ticketing. E-ticketing dinilai bukan hanya sebatas pilihan, tetapi suatu keharusan.

"Dengan e-ticketing,  layanan helper di dalam bus (on board) sudah tidak diperlukan. Namun perlu digarisbawahi, layanan helper tidak pernah dihilangkan. Layanan helper dipindahkan dari dalam bus (on board) ke luar bus (off board)," ungkapnya.

Ditegaskan, sistem e-ticketing Damri merupakan bagian dari kebijakan penting untuk mengontrol pendapatan perseroan. Ternyata, tanpa helper on board, pendapatan Damri rute Bandara Soekarno Hatta meningkat per harinya, hingga mencapai 40 persen.

“Titik temu antara manajemen Damri dengan pengemudi yang demo kemarin, sebenarnya sudah dicapai. Kami akan menambah jumlah helper off board. Sedangkan helper on board akan ditugaskan untuk rute-rute sibuk,” jelasnya.

Baca juga : Gerah Diterpa Isu Radikal, Wadah Pegawai KPK Datangi Kantor BNPT

Menyikapi hal ini, Direktur Angkutan Jalan Direktirat Jendefal  Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani mendesak Perum Damri untuk segera menyelesaikan problem pemogokan massal bus layanan Damri di Bandara Soetta, Tangerang, Banten dan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

“Kami minta Direksi Damri bisa untuk segera menuntaskan masalah ini. Saya kira, bisa 30 menit diselesaikan. Supaya masyakarat pengguna angkutan pemadu moda di Bandara Soekarno Hatta dan Halim Perdanakusuma, tidak lahi menemui hambatan," tutur Yani.

Berdasarkan informasi di lapangan, hanya ada 14 unit bus di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng yang beroperasi dari total di atas 200 unit bus.

Sedangkan dari sejumlah titik keberangkatan menuju Bandara Soekarno Hatta dan Halim Perdanakusuma, dilaporkan tiak ada bus Damri yang beroperasi.

Baca juga : Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Bulog Teken Kerjasama dengan UNS

Untuk diketahui, layanan bus Damri bandara yang sebagian besar berlokasi di sekitar DKI Jabodetabek, hanya dilayani oleh Perum Damri. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.