Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
RM.id Rakyat Merdeka - Ummah for Earth dan Greenpeace Indonesia optimis, aplikasi yang baru saja diluncurkannya yakni, Green Hajj, dapat memberikan kontribusi nyata untuk umat Islam dan lingkungan. Melalui aplikasi ini, aktivitas ibadah juga bisa mengintegrasikan dampak positif bagi lingkungan.
"Aplikasi Green Hajj hadir sebagai bentuk nyata dukungan umat Islam dalam upaya mengatasi perubahan iklim. Sebelumnya Ummah for Earth telah merilis Green Hajj dalam bahasa Inggris dan Arab, kini aplikasi tersebut juga diluncurkan dalam bahasa Indonesia," ujar Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Tata Mustasya, saat diskusi virtual, Selasa (5/7).
Baca juga : Lupakan Piala Presiden, Persib Fokus Hadapi Liga 1
Menurutnya semua perlu peduli untuk perubahan iklim. Aplikasi Green Hajj sudah dapat diunduh gratis di App Store, dan dapat digunakan oleh individu maupun agen travel.
Green Hajj merupakan aplikasi yang memuat bacaan dan doa serta panduan praktis dalam melakukan ibadah haji dan umrah.
Baca juga : Pakai Travel Ilegal, 46 Calon Haji WNI Dipulangkan Ke Tanah Air
"Pengguna juga bisa mendapatkan petunjuk mengenai ibadah haji dan umroh yang ramah lingkungan dan berkelanjutan seperti penggunaan air dan energi yang efisien, pengurangan sampah khususnya sampah plastik, dan penggunaan transportasi publik,” tuturnya.
Dia menambahkan, kampanye ini ingin mempromosikan masa depan alternatif yang menawarkan solusi dan harapan Diharapkan panduan ini bisa ikut membawa dunia mengatasi bencana iklim.
Baca juga : Ini Penjelasan BNI Soal Hoaks Kredit Tanpa Jaminan
Aplikasi ini juga akan menawarkan individu, komunitas, pemerintah dan pemangku kepentingan lain untuk mengakhiri mitos pembangunan ekonomi ekstraktif. Hal itu dinilai merugikan lingkungan. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya