Dewan Pers

Dark/Light Mode

Persiapan Presidensi G20

Pentingnya Menjaga Ketahanan Pangan

Kamis, 23 Juni 2022 07:55 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri) bersama Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga (kanan), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kedua kanan), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (tengah) serta Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, saat membuka kegiatan Kick Off Pangan Nusantara dengan tema “Pangan Indonesia untuk Dunia yang Lebih Baik” di Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (22/6/2022). (Foto: Humas Kemenko Perekonian)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri) bersama Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga (kanan), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kedua kanan), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (tengah) serta Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, saat membuka kegiatan Kick Off Pangan Nusantara dengan tema “Pangan Indonesia untuk Dunia yang Lebih Baik” di Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (22/6/2022). (Foto: Humas Kemenko Perekonian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketahanan pangan merupakan isu yang perlu mendapat perhatian dalam Presidensi G20. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pun bakal menggelar berbagai kegiatan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, beberapa kegiatan pendukung yang akan dilakukan, antara lain berupa exposure komoditas, ajang pertemuan bisnis, festival dan karnaval serta talk show.

Rencananya, program itu akan dilaksanakan di tiga lokasi. Yakni, di Jakarta sebagai Kick Off Events, diikuti dengan Labuan Bajo, dan Borobudur, Magelang.

“Isu ketahanan pangan sangat penting. Kita harus betul-betul berkonsentrasi terhadap ketersediaan pangan dalam negeri,” ujar Airlangga saat menyampaikan sambutan pada acara Kick Off Events yang mengusung subtema “Pangan Nusantara” di Lapangan Banteng, Jakarta, kemarin.

Menurutnya, dalam menjaga ketahanan pangan, ada tiga hal yang menjadi kunci penting. Yakni, mengamankan supply side, diversifikasi pangan dan efisiensi.

Berita Terkait : Airlangga: Pemerintah Fokus Jaga Ketahanan Pangan

Airlangga juga memberikan penjelasan terkait efisiensi dan efektivitas produksi hasil pertanian, diversifikasi pangan, ekspor, harga bahan pangan, ketersediaan pupuk, hingga penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

“Indonesia luas lahan pertaniannya 3 kali lebih besar dari Thailand, tentu yang kita dorong adalah efisiensi dan produktivitas. Ke depan, untuk diversifikasi pangan kita punya komoditas unggulan lain,” ungkapnya.

Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan, kepemimpinan Indonesia dalam Presidensi G20 dipromosikan sebagai bridge builder antara negara maju dan berkembang.

Karena itu, pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 akan memberikan manfaat secara ekonomi melalui main events, side events, dan Road to G20 Summit di berbagai kota di Indonesia.

Sherpa Meeting G20 menjadi pertemuan tingkat tinggi yang strategis bagi Indonesia dan menjadi ajang untuk mengkampanyekan beragam produk unggulan Indonesia yang potensial.

 

Berita Terkait : Persija Vs Rans Nusantara: Awas, Sengatan Sang Mantan!

Gelaran itu juga menjadi momentum bagi Indonesia menggenjot ekspor andalan. Termasuk produk agrikultur Indonesia yang terseleksi.

Pada kesempatan tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Musdhalifah Machmud mengatakan, dukungan kegiatan sektor pangan dan agribisnis akan melibatkan lebih banyak lapisan masyarakat.

Mulai dari petani selaku produsen, BUMN, UMKM, eksportir, pelaku pasar serta Kementerian/Lembaga (K/L) terkait baik di pusat maupun di daerah.

“Kami sangat berharap, melalui dukungan kegiatan ini, dapat menjadi momentum lahirnya berbagai inovasi teknologi, kerja sama dan peluang investasi,” harap Musdhalifah.

Dia juga berharap, pasar ekspor semakin terbuka untuk sektor pangan dan agribisnis Indonesia.

Berita Terkait : Frisian Flag Dorong Perluas Akses Gizi Seimbang dan Ketahanan Pangan

Dia menyampaikan, dukungan kepada Presidensi G20 akan bisa memberikan manfaat dan memaksimalkan peluang untuk meningkatkan ekonomi rakyat Indonesia. Khususnya, di sektor pangan dan agribisnis.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menyampaikan, kolaborasi penting untuk perbaikan tata kelola pangan. Hal tersebut sesuai yang diamanahkan Presiden Jokowi pada Sidang Kabinet Paripurna.

Jokowi mengatakan, diperlukan sebuah orkestrasi yang baik antara Kementerian/Lembaga, BUMN, swasta dan daerah, untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri serta peningkatan produksi pangan untuk potensi ekspor pangan Indonesia.

Acara Kick Off Events tersebut turut dihadiri di antaranya oleh Menteri Perindustrian, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Koperasi dan UKM, Menteri Komunikasi dan Informasi serta Wakil Menteri Perdagangan.

Hadir juga perwakilan sejumlah kedutaan besar negara asing, perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sejumlah Direktur Utama BUMN, BUMD/Swasta/Asosiasi, dan Akademisi. Serta didukung oleh lebih kurang 75 UMKM berikut sejumlah mitra. ■