Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

26 Bulan Beruntun, Kinerja Impresif

Wow Keren, Surplus Semester I 2022 Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Jumat, 15 Juli 2022 20:00 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Humas Ekon)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Humas Ekon)

RM.id  Rakyat Merdeka - Neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2022 kembali mencatatkan surplus, dengan nilai 5,09 miliar dolar AS atau Rp 76,29 triliun.

Ini berarti, secara konsisten, surplus neraca perdagangan Indonesia telah berlangsung selama 26 bulan beruntun.

"Di tengah berbagai tantangan global yang terus berlangsung, kinerja impresif pada neraca perdagangan ini merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas sektor eksternal Indonesia. Khususnya, melalui kapasitas cadangan devisa yang kuat,” tutur Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Jumat (15/7).

Kinerja neraca perdagangan sepanjang Semester I 2022, dilaporkan mencapai angka yang fantastis dengan angka 24,89 miliar dolar AS atau Rp 373,08 triliun.

Baca juga : Luncurkan Buku Kinerja Tahunan, Fraksi NasDem DPR Tetap Kritis Di Masa Krisis

Ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah, jika dibandingkan dengan surplus kumulatif secara periode semesteran.

Kembali dibukanya izin ekspor minyak sawit dan bahan bakunya, menjadi penopang surplus neraca perdagangan pada Juni 2022.

Terbukti, minyak kelapa sawit merupakan kontributor utama surplus neraca perdagangan Indonesia dengan share 54 persen dari total surplus.

Di saat yang sama, harga-harga komoditas penyumbang ekspor Indonesia juga masih berada di level tinggi. Terutama, batu bara yang berada pada level 284,9 dolar AS per MT atau setara Rp 4,27 juta. Atau meningkat 152,28 persen yoy.

Baca juga : Kasus Sembuh Cetak Rekor Tertinggi Selama Pandemi, BOR Nasional 37 Persen

“Memperkuat kerja sama internasional, baik bilateral maupun multilateral melalui dialog dan koordinasi lintas negara, menjadi salah satu kunci dalam mempertahankan surplus neraca perdagangan," papar Menko Airlangga.

Dari berbagai dialog tersebut, lanjutnya, akan terus digali berbagai produk andalan Indonesia untuk dipasarkan di negara-negara potensial.

Kerja sama ekonomi internasional yang terus dibangun dan dikembangkan oleh Indonesia dengan negara-negara mitra dagang, berhasil memberikan dampak positif terhadap konsistensi surplus neraca perdagangan Indonesia.

Di antara negara-negara mitra dagang, surplus neraca perdagangan Indonesia terutama berasal dari India (1,90 miliar dolar AS atau Rp 28,49 triliun), Amerika Serikat (1,69 miliar dolar AS atau Rp 25,33 triliun) dan Filipina (1,16 miliar dolar AS atau Rp 17,39 triliun).

Baca juga : Prancis Ngekor Inggris Cabut Aturan Masker...

Di samping mempererat kerja sama internasional, pemerintah juga terus mendorong peningkatan ekspor bernilai tambah tinggi. Terutama, dari sektor industri pengolahan.

"Sektor ini memberikan sumbangsih terbesar pada komoditas ekspor Indonesia, dengan angka 70,01 persen dari total ekspor," beber Menko Airlangga.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.