Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rasio Utang BUMN Susut 4 Persen
Sinyal Positif Ekonomi Indonesia Menggeliat
Rabu, 20 Juli 2022 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rasio utang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyusut dari 39 persen ke level 35 persen di tahun 2021. Capaian ini indikator kinerja perusahaan pelat merah makin efisien dan transparan.
Sepanjang 2021, total modal BUMN mencapai Rp 4.400 triliun, sedangkan utangnya mencapai Rp 1.573 triliun. Rasio utang itu sebesar 35 persen dari modal. Angka tersebut turun 4 persen dari rasio utang 2020 sebesar 39 persen.
“Tercatat, posisi utang BUMN Indonesia saat ini sehat. Penurunan 4 persen rasio utang itu tidak mudah. Alhamdulilah kita sudah menurunkan ke angka 35 persen,” ungkap Menteri BUMN Erick Thohir via akun Instagramnya @erickthohir pada Kamis (14/7).
Ia menilai, posisi utang BUMN terhadap modal telah jauh di bawah ketentuan minimal lembaga pemeringkat, yakni di level 45 persen. Menyusutnya rasio utang BUMN, tegas Erick, menjadi penanda membaiknya kinerja perusahaan pelat merah. Laporan keuangan yang efisien merupakan salah satu hasil dari transformasi yang dilakukan Kementerian BUMN terhadap perseroan milik negara. Menurut Erick, pengelolaan keuangan yang prudent adalah kunci kesuksesan BUMN.
“Transformasi keuangan di BUMN harus dikelola efisien, transparan, dan profesional. Sehingga bisa tepat sasaran. Upaya ini menjadi gerbang bagi penyehatan BUMN, agar bisa berkontribusi maksimal untuk masyarakat,” kata mantan bos Inter Milan ini.
Yang tak kalah penting, sambung Erick, adalah perubahan model bisnis. Pasca pandemi Covid-19, banyak perubahan yang dilakukan dalam dunia bisnis. Hal serupa juga dilakukan BUMN sebagai respons atas dinamika perekonomian global, terutama terkait digitalisasi.
Baca juga : Menteri Erick Pinter Bikin Stabil Ekonomi Nasional
Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah menilai, penyusutan utang merupakan kabar baik. Capaian ini sinyal positif untuk pertumbuhan ekonomi.
Namun, menurutnya, detail penurunan utang itu perlu diketahui publik. Utang BUMN mana yang turun? Mengapa bisa turun? Dan bagaimana kinerja BUMN itu selama ini?
“Karakteristik dan kinerja tiap BUMN itu beda-beda. Sama halnya dengan performa masing-masing BUMN dalam melunasi utang-utangnya. Namun secara umum, capaian ini hal baik,” kata Piter kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya