Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pertemuan Jokowi-Prabowo berdampak pada penguatan rupiah. Pagi ini, rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat.
Berdasarkan data RTI, rupiah menjadi mata uang terkuat yang bisa menekuk dollar AS. Per pukul 11.00 WIB, mata uang Garuda berada di level Rp 13.936. Rupiah berhasil menekan dollar AS hingg 71 poin atau 0,51 persen.
Baca juga : Muhammadiyah Puji Jokowi-Prabowo
Rupiah juga tercatat menguat di seluruh mata uang negara utama dunia. Tiga mata uang yang paling kuat ditekan rupiah hingga pukul 10.45 WIB adalah won Korsel, yen Jepang, dan ringgit Malaysia.
Sebelumnya, Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia menyambut baik pertemuan tersebut. “Kita dari dunia usaha menyambut baik. Kita optimistis investor tidak lagi wait and see lagi,” ujar Bahlil di Jakarta, Minggu (14/7).
Baca juga : Ara Sirait: Pertemuan Jokowi-Prabowo Harus Diikuti Para Pendukung Masing-masing
Bahlil mengatakan, pertemuan tersebut menimbulkan konfiden yang besar di kalangan dunia usaha dan pasar. Sebab itu, dia optimis pertemuan itu akan membawa sentimen positif di pasar saham dan nilai tukar pekan depan. [DIT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya