Dewan Pers

Dark/Light Mode

Rencana Right Issue 5 BUMN

Menteri Erick Nggak Gegabah Kasih Restu

Senin, 22 Agustus 2022 07:30 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: ANTARA).
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: ANTARA).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan lima perusahaan pelat merah bakal menggelar right issue untuk menambah modal.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, penambahan modal rencananya akan dilakukan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT Waskita Karya Tbk (Persero) Tbk, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

“Jangan lagi nanti dibilang menambah utang. Yang namanya aksi korporasi kan macam-macam. Apakah menambah modal dari peran Pemerintah, penambahan modal dari aksi korporasi pasar, kemitraan strategis, lain-lain juga ada,” tegas Erick dalam keterangan resminya, Jumat (19/8).

Berita Terkait : Erick Makin Merapat Ke Rakyat

Bos Mahaka Group ini mengaku tak sembarangan memberikan restu bagi BUMN melakukan right issue. Untuk itu, dia memastikan, penambahan modal ditujukan bagi BUMN, dengan industri yang memiliki prospek dan potensi baik ke depan.

Contohnya, BTN yang fokus menyediakan hunian bagi masyarakat, termasuk generasi muda yang kini menjadi mayoritas penduduk Indonesia. Dalam hal ini, BUMN harus memberikan jalan keluar atas kesulitan generasi muda dalam mendapatkan hunian.

“Mesti ada solusi dong. Masa hanya yang kaya-kaya saja yang punya rumah. Generasi baru kita tidak bisa beli rumah. Makanya, kami punya program yang namanya Rumah Milenial, kerja sama BTN dan KAI (Kereta Api Indonesia),” kata Erick.

Berita Terkait : Akademisi Dukung Menteri Erick Perkuat Peran Komisaris BUMN

Dia menuturkan, rumah milenial yang berlokasi di sebelah stasiun kereta api, menerapkan sistem subsidi silang dengan perbedaan terletak pada kualitas interior. Seperti jenis dan model toilet hingga plafon.

“Kami sudah ada empat proyek yang jadi. Harus lebih didorong lebih banyak lagi. Karena kalau tidak salah, kebutuhan rumah saat ini sudah lebih dari 1 juta. Berarti, permodalan harus kuat. Bisnis dan masa depan harus bagus. Jangan hanya tambah-tambah modal, tapi sunset industry,” tuturnya.

Penambahan modal, sambung mantan Bos Inter Milan ini, juga diperlukan oleh Krakatau Steel dalam memperkuat ekosistem industri baja nasional. Saat ini sektor baja dalam negeri juga mengalami tantangan, akibat impor baja ilegal.
 Selanjutnya