Dark/Light Mode

Kejahatan Makin Canggih

Hati-Hati Dihubungi Oknum Yang Ngaku Petugas Bank

Selasa, 23 Agustus 2022 21:55 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Masyarakat diminta berhati-hati jika dihubungi oknum yang mengaku petugas bank. Terlebih jika diminta data-data pribadi.

"Kejahatan perbankan bisa dilakukan eksternal dan internal perbankan," kata Penyidik Eksekutif Senior OJK Brigjen Andries Hermanto pada FGD yang bertajuk 'Problematika dan Solusi Atas Kejahatan Perbankan Digital di Indonesia' diselenggarakan Humas Polri, di Jakarta, Selasa (23/8).

Baca juga : Erick Dukung Kejagung Selesaikan Kasus Blast Furnace

Sesuai Undang-Undang, kata Andries, OJK hanya bisa mengawasi dan melakukan penyidikan jika terjadi kejahatan perbankan. Sementara, fungsi penegakan hukum ada di Polri dan Kejaksaan Agung jika terjadi korupsi.

Dosen Universitas Nasional Made Adnyana mengkritik sistem perbankan Indonesia yang kurang maksimal memberikan perlindungan kepada nasabah di Indonesia, khususnya dari kejahatan perbankan digital.

Baca juga : 8 Kecamatan Banjir, Bupati Garut Tetapkan Status Darurat Bencana

"Indonesia menempati peringkat 6 di Asia Tenggara dari sisi Security Cyber, dan nomor 83 dari 163 negara," ungkapnya.

Penyidik Madya Bareskrim Polri Kombes Pol. Feby Dapot Parlindungan menambahkan, korban tindak kejahatan perbankan digital tidak hanya di Tanah Air, tapi juga ada di luar negeri. Namun, pelakunya ada di dalam negeri.

Baca juga : Gagasan DOB Jangan Sampai Singkirkan Orang Asli Papua

Fraud Management & Recovery Desk Head Bank BRI, Sigit Prasetyanto menjelaskan setidaknya ada sejumlah modus fraud eksternal.

Pertama, skimming kartu ATM juga pemasangan kamera mini untuk mengkopi PIN. Kedua, pelaku pura-pura kenal lalu membujuk korban untuk mengirim uang, pulsa atau waller. Ketiga, pelaku pura-pura jadi pihak bank untuk memperoleh informasi untuk memindahkan dana nasabah.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.