Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bertemu Mendag Arab Saudi

Mendag Zulkifli Hasan Dorong Perundingan Ekonomi Komprehensif 2 Negara

Kamis, 22 September 2022 12:12 WIB
Mendag Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Arab Saudi Majid bin Abdullah Al-Qasabi saat melakukan pertemuan bilateral, di Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (21/9) malam. (Foto: Humas Kemendag)
Mendag Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Arab Saudi Majid bin Abdullah Al-Qasabi saat melakukan pertemuan bilateral, di Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (21/9) malam. (Foto: Humas Kemendag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan mendorong segera dimulainya perundingan persetujuan kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Arab Saudi.

Menurut Mendag Zulkifli Hasan, sudah saatnya kedua negara mempererat hubungan kerja sama ekonomi. Indonesia, perlu terus meningkatkan ekspor ke Arab Saudi.

Hal tersebut mengemuka saat Mendag Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Arab Saudi Majid bin Abdullah Al-Qasabi melakukan pertemuan bilateral, di Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (21/9) malam, sebelum dimulainya gelaran G20 Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TIIMM) keesokan harinya.

Mendag Zulkifli Hasan menyatakan, Arab Saudi merupakan mitra dagang penting bagi Indonesia di kawasan Timur Tengah. Namun, potensi perdagangan kedua negara belum dimanfaatkan secara optimal.

Berita Terkait : Mendag Harapkan Percepatan Penyelesaian Perundingan IEU-CEPA

"Untuk itu Indonesia mengusulkan peningkatan hubungan perdagangan dan investasi melalui pembentukan kemitraan ekonomi komprehensif secara bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi," ujar Mendag Zulkifli Hasan.

Arab Saudi merupakan anggota Gulf Cooperation Council (GCC) bersama dengan 5 negara teluk lainnya, yaitu Persatuan Emirat Arab, Bahrain, Oman, Qatar, dan Kuwait.

Sejak 2018 Indonesia mengusulkan pembentukan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Arab Saudi melalui Gulf Cooperation Council (GCC).

"Mengingat Indonesia telah menandatangani CEPA dengan Persatuan Emirat Arab yang merupakan anggota GCC, maka Indonesia mengusulkan dimulainya perundingan bilateral Indonesia-Arab Saudi. Saya percaya dengan adanya kerja sama dalam kerangka CEPA dan interaksi bisnis antara kedua negara akan meningkatkan hubungan perdagangan dan ekonomi," usulnya.

Berita Terkait : SPRI Gelar Rembuk Bicara Kemiskinan Dan Perlindungan Sosial

Mendag Zulkifli Hasan menjelaskan, Menteri Perdagangan Arab Saudi memiliki pandangan yang sama agar kedua pihak menemukan cara untuk mempererat kerja sama bilateral.

Bahkan dalam pertemuan, Menteri Majid bin Abdullah Al-Qasabi menegaskan pentingnya kedua negara untuk meningkatkan komunikasi dan pertemuan lebih intensif, yakni dua hingga empat kali dalam setahun.

Pertemuan tingkat teknis antar kedua negara diharapkan dapat mengidentifikasi program prioritas dan potensi kerja sama kedua negara, serta pembahasan lebih lanjut mengenai usulan perundingan CEPA, termasuk elemen cakupan CEPA yang akan dijadikan acuan dalam proses perundingan/pembahasan lebih lanjut.

Pada Januari-Juli 2022, total perdagangan Indonesia-Arab Saudi mencapai 4,6 miliar dolar AS, atau meningkat 58,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berita Terkait : Sandiaga Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren

Sementara itu, total perdagangan kedua negara pada 2021 mencapai 5,6 miliar dolar AS atau meningkat 40,44 persen dibanding 2020.

Ekspor Indonesia ke Arab Saudi 1,6 miliar dolar AS atau naik 18,28 persen. Sedangkan impor Indonesia dari Arab Saudi 4 miliar dolar AS atau naik 51,79 persen.

Indonesia mencatatkan defisit 2,4 miliar dolar AS terhadap Arab Saudi karena kebutuhan impor migas.
 Selanjutnya