Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ketimbang Industri Perbankan Lain

Wow, Biaya Dana BSI Lebih Rendah

Jumat, 23 September 2022 07:30 WIB
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi (tengah) didampingi Direktur Information Technology Achmad Syafii (kiri), dan Direktur Finance & Strategy Ade Cahyo Nugroho memaparkan kinerja BSI kuartal II/2022 di Jakarta, Kamis (25/8/2022). BSI berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang signifikan dan berkualitas dengan membukukan laba bersih mencapai Rp2,13 triliun, tumbuh 41,31 persen year on year (yoy) pada kuartal II/2022. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp).
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi (tengah) didampingi Direktur Information Technology Achmad Syafii (kiri), dan Direktur Finance & Strategy Ade Cahyo Nugroho memaparkan kinerja BSI kuartal II/2022 di Jakarta, Kamis (25/8/2022). BSI berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang signifikan dan berkualitas dengan membukukan laba bersih mencapai Rp2,13 triliun, tumbuh 41,31 persen year on year (yoy) pada kuartal II/2022. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sukses meningkatkan dana murah (Current Account Saving Account/CASA) demi menekan biaya dana (Cost of Fund/CoF) semakin rendah.

Direktur Finance dan Strategi BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan, posisi biaya dana BSI saat ini lebih baik dibandingkan rata-rata bank konvensional. Seiring dengan terus meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk menempatkan dananya di BSI. Alhasil, biaya dana BSI terus meningkat secara konsisten.

“Perkembangan ini mudah-mudahan dapat mendukung upaya kami memberikan produk dan layanan yang lebih kompetitif kepada masyarakat,” ujar Cahyo dalam keterangan resmi, kemarin.

Berita Terkait : Lewandowski Bersinar Lagi, Barca Puncaki Klasemen

Dia mengatakan, perseroan juga terus meningkatkan dana murah, sehingga total CASA BSI pada Juni 2021 mencapai 54,81 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK), sebesar Rp 216,39 triliun.

Kemudian, komposisi CASA meningkat menjadi 57,91 persen dari total DPK sebesar Rp 233,25 triliun pada Desember 2021. Dan naik lagi pada Juni 2022 menjadi sebesar 59,43 persen dari total DPK sebesar Rp2 44,66 triliun.

Menurut Direktur Utama BSI Hery Gunardi, peningkatan dana murah ini ditopang oleh masifnya tabungan dana wadiah. Hingga posisi Juni 2022, tabungan wadiah tumbuh 23,06 persen secara tahunan (year on year/yoy). Atau meningkat menjadi Rp 39,16 triliun.

Berita Terkait : Menperin: Industri Penerbangan Kita Punya Masa Depan Cerah

“Menggencarkan tabungan wadiah menjadi salah satu solusi cerdas bagi kami, dalam mendorong penurunan biaya dana,” ujarnya.

Hery mengatakan, strategi BSI ini berhasil menurunkan tingkat biaya dana. Terbukti, sejak 2021 angka CoF BSI terus menurun.

Jika pada posisi Juni 2021 berada di level 2,14 persen, maka pada posisi Desember 2021 menyusut menjadi 2,03 persen. Dan kembali turun menjadi 1,57 persen pada Juni 2022. Artinya, CoF BSI itu sudah turun drastis.

Berita Terkait : Airlangga Rayu Mendag AS

Pihaknya akan terus berupaya menekan biaya dana dan meningkatkan efisiensi, serta dana murah. Sehingga perseroan mampu meraih Net Operation Margin (NOM) tinggi. Termasuk, mempercepat business process layanan mulai dari yang depan, tengah, sampai belakang.
 Selanjutnya