Dewan Pers

Dark/Light Mode

BNI Dorong UMKM Tembus Pasar Global

Rabu, 28 September 2022 07:44 WIB
Foto: Ilustrasi/Istimewa
Foto: Ilustrasi/Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk terus berkomitmen mendorong ekspansi kinerja pelaku UMKM menjawab potensi pertumbuhan semester kedua tahun ini.

BNI memperkuat pembinaan serta mencari berbagai potensi kerja sama untuk dapat mengakselerasi sekaligus mendorong pelaku UMKM menembus pasar global.

Direktur Enterprise & Commercial Banking BNI Muhammad Iqbal mengatakan, ketangguhan UMKM Indonesia telah teruji selama masa kritis pandemi Covid-19. 

Berita Terkait : Wirausaha Muda Mandiri 2022 Dorong Usaha Lokal Tembus Pasar Global

Menurutnya, semester kedua tahun ini adalah periode ekspansi bagi para pelaku UMKM untuk dapat merealisasikan berbagai rencana ekspansi yang sempat tertunda.

Iqbal bilang, bisnis UMKM menjadi segmen ekonomi pertama sebagai motor penggerak pemulihan ekonomi nasional.

"Sebagai agen pembangunan, kami terus memperkuat pembinaan serta menciptakan banyak kolaborasi membantu pemulihan, akselerasi, bahkan ekspansi kinerja UMKM hingga Go Global. BNI masih optimis segmen UMKM dapat bertahan di tengah kenaikan inflasi," jelas Iqbal.

Berita Terkait : Pertamina Dorong Ratusan UMK Daerah Manfaatkan Pemasaran Digital

Menurut Iqbal, BNI melihat potensi pertumbuhan kredit masih cukup baik meski fluktuasi ekonomi masih tidak dapat diprediksi. Terutama pada sektor-sektor yang menopang hajat hidup orang banyak seperti perdagangan bahan pokok. 

"Kredit UMKM BNI masih tumbuh sangat positif. Kami perkirakan akan bertahan dan terus menguat, seiring dengan kinerja ekonomi yang masih berada di tren ekspansi," katanya.

Iqbal memaparkan, BNI berhasil menyalurkan kredit bagi pelaku UMKM mencapai Rp100,2 triliun hingga Agustus 2022. Nilai tersebut meningkat 9,51 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp91,5 triliun.

Berita Terkait : Melani Suharli Dorong UMKM Go Digital Pasarkan Produknya

"Pertumbuhan ini ditopang oleh kredit di sektor perdagangan dan sektor pertanian. Kedua sektor ini menyumbang lebih dari 50 persen komposisi kredit UMKM," tutur Iqbal.■