Dark/Light Mode

RUPSLB Setujui Right Issue

BTN Bakal Genjot Kredit Rumah Buat Segmen MBR

Kamis, 20 Oktober 2022 07:30 WIB
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) atau BTN Haru Koesmahargyo (kedua kanan), Wakil Direktur Utama Nixon LP Napitulu (kanan), Komisaris Utama Chandra Hamzah (kedua kiri) dan Wakil Komisaris Utama Bank Iqbal Latanro, berbincang di sela Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN di Jakarta, Selasa (18/10). (Foto: AMA/RM).
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) atau BTN Haru Koesmahargyo (kedua kanan), Wakil Direktur Utama Nixon LP Napitulu (kanan), Komisaris Utama Chandra Hamzah (kedua kiri) dan Wakil Komisaris Utama Bank Iqbal Latanro, berbincang di sela Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN di Jakarta, Selasa (18/10). (Foto: AMA/RM).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN berencana menerbitkan saham baru senilai Rp 4,13 triliun. Dana segar itu rencananya untuk menggenjot Kredit Pemilikan Rumah (KPR) buat segmen Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan pada Selasa (18/10) sore, telah disetujui penerbitan saham baru melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue, sebanyak-banyaknya 4,6 miliar saham Seri B, dengan nilai nominal Rp 500 per saham.

Adapun harga pelaksanaan (exercise price) dan rasio right akan disampaikan di dalam prospektus final, setelah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca juga : IMI dan PB ESI Bakal Gelar MotoGP eSport Indonesia Series 2022

“RUPSLB juga menyetujui pemberian kewenangan kepada Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perseroan untuk melaksanakan segala tindakan yang diperlukan, berkaitan dengan right issue,” ujar Haru dalam konferensi pers RUPSLB BTN, di Jakarta, Selasa (18/10).

Haru mengungkapkan, dari penerbitan saham baru ini, perseroan menargetkan mengantongi dana senilai total Rp 4,13 triliun. Di mana sebanyak Rp 2,48 triliun merupakan Penyertaan Modal Negara (PMN). Dan sisanya, Rp 1,65 triliun dari pemegang saham publik.

Ia menegaskan, pasca right issue, persentase saham Pemerintah tidak mengalami perubahan dan tetap menjadi pemegang saham pengendali.

Baca juga : Right Issue Direstui DPR, BTN Sukseskan Program Sejuta Rumah Untuk MBR

Menurut Haru, dana hasil aksi korporasi ini akan digunakan seluruhnya untuk ekspansi kredit, terutama KPR untuk segmen MBR.

“Itu dalam rangka mendukung Program Perumahan Nasional, khususnya Program Pemerintah Sejuta Rumah,” tegas Haru.

Haru menjelaskan, ada beberapa faktor yang melatarbelakangi pelaksanaan right issue. Salah satunya adalah kebutuhan perumahan nasional masih sangat tinggi.

Baca juga : Dukung Program Sejuta Rumah, BTN Genjot Pembiayaan Perumahan Untuk Milenial

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), backlog kepemilikan rumah di tahun 2021 sebesar 12,7 juta rumah tangga.

“BTN memiliki peran strategis dalam mempercepat penyelesaian backlog kepemilikan rumah, melalui pemberian KPR. Khususnya kepada MBR,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.