Dark/Light Mode

Segera Hadir, Pameran Plastics & Rubber Indonesia dan Manufacturing Indonesia

Rabu, 9 November 2022 14:50 WIB
Konferensi pers Seri Pameran Manufaktur Terbesar di Indonesia, di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (9/11). (Foto: Istimewa)
Konferensi pers Seri Pameran Manufaktur Terbesar di Indonesia, di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (9/11). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri manufaktur mengalami pertumbuhan signifikan. Peningkatan produksi dan ekspansi permintaan domestik baru mendorong naiknya Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia sebesar 53,7 di September 2022 atau naik 2 poin dari bulan sebelumnya. Di tingkat ASEAN, pertumbuhan industri ini juga menunjukkan perbaikan seiring dengan kondisi manufaktur yang semakin baik di regional tersebut plus dengan rencana Kementerian Perindustrian (Kemenperin) merevitalisasi sektor manufaktur melalui program Making Indonesia 4.0.

Geliat industri manufaktur pada semester II-2022 turut mendukung kehadiran pameran dagang terbesar bertajuk Plastics & Rubber Indonesia ke-33 yang akan hadir pada 16-19 November 2022, dan Manufacturing Indonesia ke-31 pada 30 November-3 Desember 2022, yang akan diselenggarakan, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Selaku penyelenggara pameran berskala internasional, PT Pamerindo Indonesia (Pamerindo) telah melibatkan 300 exhibitor pada event Plastics & Rubber Indonesia dan 800 exhibitor pada event Manufacturing Indonesia. Pamerindo menyampaikan persiapan pelaksanaan event mendatang tersebut pada konferensi pers Seri Pameran Manufaktur Terbesar di Indonesia, di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (9/11).

Event Director Pamerindo Lia Indriasari menerangkan, Pamerindo selalu mendukung program Pemerintah, yang tahun ini sedang hangat mengenai circular economy. "Kita melihat program tersebut memerlukan partisipasi aktif pelaku industri manufaktur dan plastik, sektor yang berperan besar dalam mengimplementasikan ekonomi sirkular," ucapnya.

Baca juga : Gus Halim: Peran Pertides Krusial Genjot Percepatan Pembangunan Desa

Kedua pameran ini diharapkan dapat memberikan angin segar bagi para pelaku industri setelah tidak ada “pesta bisnis” dalam satu atap selama dua tahun terakhir. "Dengan adanya pameran ini, dapat membuka peluang kerja sama sekaligus berkontribusi dalam mendukung keberlanjutan pemulihan ekonomi di Indonesia,” ucapnya.

Dari sisi industri plastik dan karet, selain kebutuhan bahan baku sebagai sustainable resource, penerapan ekonomi sirkular juga menjadi perhatian khusus, dengan keseluruhan pelaku industri turut berupaya memikul tanggung jawab dan menjadi bagian dari solusi.

Ketua Umum Indonesian Plastics Recycle Ahmad Nuzuluddin menyatakan, peran para pelaku industri dan pendaur ulang untuk terus berinovasi, mengadopsi teknologi baru, menciptakan produk yang bernilai tambah tinggi dan memiliki daya saing adalah tantangan yang harus menjadi komitmen bersama.

"Karenanya, kami berkolaborasi dengan pameran Plastics & Rubber Indonesia untuk menghadirkan Circular Economy Zone. Hal tersebut merupakan showcase kontribusi kepada industri, lingkungan hidup, dan negara dalam upaya mencapai terciptanya Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development) di Indonesia serta pencapaian target penanganan sampah plastik,” ucapnya.

Baca juga : Meriah, 1.700 Penonton Ramaikan Indonesian Night Di London

Berbicara mengenai inovasi juga tidak luput dari peran anak bangsa yang karya-karyanya akan dihadirkan pada event Manufacturing Indonesia mendatang. Peran serta local creator ini diharapkan dapat mendukung semangat anak bangsa dalam berkreasi pascapandemi.

Berkolaborasi bersama Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, karya anak bangsa di industri manufaktur akan dipertemukan di satu tempat di Paviliun Kampung Industri, berlokasi di Hall D2.

“Hadirnya kreasi anak bangsa pada pameran Manufacturing Indonesia ini kita harapkan dapat mendorong Industri Kecil dan Menengah (IKM) lebih bersemangat dalam menciptakan karya-karyanya. Ini merupakan kali kedua kami membuat paviliun Kampung Industri. Diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi, menumbuhkan ide baru dan menciptakan peluang kerjasama yang dapat mendukung ekspor Indonesia,” sambung Lia.

Dia menambahkan, langkah menghadirkan local creator dari sektor usaha kecil dan menengah ini merupakan bentuk dukungan Pamerindo terhadap industri, pertumbuhan ekonomi dan investasi.

Baca juga : Hadiri Peresmian RSMBS, Kapolri: Faskes Memadai Wujudkan Indonesia Maju 2045

Pameran dagang ini menghadirkan exhibitor nasional dan internasional yang mencakup industri hulu hingga hilir dan juga melibatkan distributor, purchasing, engineer, Quality Control, R&D, produsen dari berbagai sektor di industri manufaktur. Kedua pameran akan mengusung format hybrid lengkap dengan fitur-fitur pameran yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung seperti gathering and hybrid seminar, business matching, digital showroom dan live demo.

Pameran Plastics & Rubber Indonesia mengangkat tema "The Future of Plastics in Indonesia". Acara didukung Bilplast Grapindo, Panca Budi Pratama, Pertamina Petrochemical Trading, Polytama Propindo, Victory Blessings Indonesia, Wahana Sejahtera Langgeng Makmur, dan masih banyak lagi.

Dalam pameran ini akan turut menggabungkan beberapa sektor dengan kolaborasi bersama Machine Tool Indonesia, Tools & Hardware Indonesia, Industrial Automation & Logistics Indonesia dengan tema Solusi Industri untuk Pabrikan Anda. Pameran ini didukung Atlas Copco Indonesia, First Machinery Trade, Hanyoung Electronic Indonesia, Jaya Metal Teknika, Mitsubishi Electric Indonesia, Nachi Indonesia, Riyadi Group, Rukun Sejahtera Teknik, Yamazen Indonesia dan masih banyak lagi.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.