Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Biogasoline Industry Project Berbasis TKKS untuk Menciptakan Low-Emission Energy
Senin, 9 Januari 2023 08:47 WIB
Implementasi biomassa sebagai bahan baku pembuatan bioenergi di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan negara-negara lain. Berdasarkan pernyataan Kementerian Perindustrian RI, sebesar 42% dari total konsumsi energi Indonesia masih berada di sektor transportasi dengan persentase sumbangsih emisi karbon terbesar sebesar 47% atau 121,77 juta ton CO2 pada tahun 2021. Hal tersebut menandakan bahwa sektor transportasi lebih banyak dalam menyumbang emisi karbon.
Berdasarkan data Statistika Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2021, nilai konsumsi masyarakat Indonesia terhadap bensin sangat besar bisa mencapai 16.194.048 kiloliter. Masalah lonjakan penggunaan bensin fosil serta efek emisi karbon yang telah dipaparkan dapat menjadi penghambat bagi Indonesia untuk menciptakan kondisi energi bersih yang berkelanjutan. Seiring dengan hal tersebut, maka proyek biogasoline industry berbasis Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dapat segera terealisasikan dengan tujuan untuk membuat emisi karbon nasional mengalami penurunan sebesar 29% atau 75,14 juta ton CO2 pada tahun 2030 sesuai pernyataan Direktur Bioenergi RI, serta mampu mencapai target KEN (Kebijakan Energi Nasional) dan RUEN (Rencana Umum Energi Nasional) pada tahun 2050 sebesar 31% bioenergi.
Baca juga : Kemenperin Dorong Industri Berkontribusi Turunkan Emisi Karbon
Jenis biomassa yang digunakan adalah TKKS . Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, produksi TKKS pada tahun 2021 sebesar 1,8 juta ton di Riau, namun jumlah yang diambil sebagai umpan hanya 1,6 juta ton. Proses pada pembangunan proyek ini menggunakan teknologi Biomass to Bioenergy (BTB) dimana melalui proses pre-treatment dan pirolisis cepat dengan estimasi yield produk intermediet berupa bio-oil sebesar 75% dari feed masuk. Proses selanjutnya bio-oil tersebut akan masuk ke dalam proses deoksigenasi dengan gas hidrogen menggunakan menjadi produk upgraded bio-oil dengan yield sebesar 76% dari feed masuk.
Proses terakhir merupakan proses produksi biogasoline sehingga didapatkan yield biogasoline sebesar 91,67% dari feed masuk, sehingga diperoleh perkiraan produk adalah 836 ribu ton atau setara 1,17 juta kilo liter. Biogasoline akan diambil untuk dilakukan pengujian spesifikasi di Laboratorium Produk Migas seperti, RON, distilasi atau boiling point, density, reid vapor pressure (tekanan uap), dan pengujian komposisi senyawa. Hasil perhitungan keekonomisan dengan metode EGP (Economic Gross Potential) menyatakan bahwa pengolahan TKKS menjadi produk biogasoline bersifat ekonomis dengan hasil keuntungan yang besar. Hal tersebut menjadi poin positif dan keunikan utama yang dimiliki oleh proyek ini.
Baca juga : Industri Properti Ikut Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2022
Realisasi dari Biogasoline Industry Project dapat menjadi jawaban atas terbentuknya energi bersih atau low-emission energy dengan kondisi lingkungan yang zero emission. Selain itu, kemudahan dalam memperoleh bahan baku tersebut sangat tinggi, hal tersebut karena kelapa sawit merupakan hasil perkebunan terbesar di Indonesia, terutama di daerah Riau, sehingga hasil TKKS dari kelapa sawit tersebut akan lebih mudah ditemukan. Keuntungan yang dihasilkan dalam pengolahan TKKS menjadi upgraded bio-oil sebagai bahan baku pembuatan biogasoline tergolong besar sehingga proses ini bersifat ekonomis.
Inovasi BIO-INJECT diharapkan mampu menciptakan Net Zero Emission (NZE) skala nasional dengan menurunkan minat masyarakat terhadap bensin fosil dan beralih pada penggunaan biogasoline, mewujudkan target KEN (Kebijakan Energi Nasional) dan RUEN (Rencana Umum Energi Nasional) pada tahun 2050, serta mampu menerapkan goals 7 dan goals 13 pada program SDGs 2030.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya