Dark/Light Mode

Gerakan Olah.ind Sisa Pangan Dalam Mewujudkan Circular Economy Di Indonesia

Jumat, 30 Desember 2022 08:03 WIB
Sumber penulis
Sumber penulis

Timbunan limbah di Indonesia merupakan suatu permasalahan yang terus berpotensi meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Kedua aspek tersebut saling mengindikasikan korelasi positif satu sama lainnya. Dari laju pertambahan penduduk tentu akan menimbulkan berbagai kebutuhan pokok yang mengakibatkan makin memicu produksi limbah, baik itu dari proses konsumsi  maupun  kegiatan produksi yang dilakukan. Masalah ini tentunya sangat membahayakan generasi mendatang, karena menyangkut dengan kualitas lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat. 

Konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle) selama ini telah digencarkan sebagai tawaran solusi untuk mengurangi timbunan limbah terus dikembangkan hingga menjadi konsep ekonomi sirkular. Ekonomi sirkular digambarkan sebagai suatu proses berulang seperti sebuah lingkaran. Ekonomi sirkular pada prinsipnya mengoptimalkan produksi  pemanfaatan sumber  daya alam dengan meminimalkan adanya eksploitasi alam dan pencemaran lingkungan, serta mengurangi kadar emisi dan limbah yang mengimplementasikan konsep pembangunan berkelanjutan (Strielkowski, 2016). 

Dengan adanya pengembangan model ekonomi sirkular, diharapkan berkembang lebih baik dari model ekonomi linear yang sebelumnya hanya berakhir disposal menjadi limbah setelah proses produksi dan konsumsi dapat lebih optimal dan memaksimalkan potensi dari  setiap  material serta  dapat memperlambat usia dari suatu material (sustain) melalui  inovasi  teknologi   yang   ramah  lingkungan. Salah satu jenis limbah yang banyak dihasilkan akibat adanya laju pertumbahan penduduk adalah limbah organik dari sisa makanan. Hal ini disebabkan karena langgengnya perilaku sebagian besar masyarakat yang membuang atau menyisakan makanan. 

Baca juga : Ganjar Bikin Jateng Jadi Provinsi Dengan Pengawasan Pangan Segar Terbaik Di Indonesia

Bahkan, perilaku menyisakan sisa makanan tersebut telah dianggap sepele.  Dari United Nations Environment Programme (UNEP) terhadap Food Waste Index 2021 diperoleh total sampah makanan di Indonesia mencapai 20,93 juta ton tiap tahunnya yang diperkirakan akan terus bertambah. Data ini didukung dengan adanya hasil kajian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), jumlah sampah makanan di Indonesia dalam rentang  tahun 2000-2019 mencapai 23-48 juta ton per tahun.  Sisa makanan ini tidak sekadar berdampak pada kesehatan semata. Namun, dapat mengancam keberlangsungan hidup manusia karena dari foodwaste dan foodloss dapat memicu peningkatan emisi gas rumah kaca. Proses sisa makanan yang dibuang begitu saja tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu akan membusuk di tempat pembuangan dan menghasilkan metana atau gas rumah kaca. Kandungan dari zat metana yang dihasilkan dari proses ini lebih berbahaya daripada karbondioksida hasil penggunaan kendaraan bermotor. 

Akibat kelebihan dari gas metana tersebut, akan menyerap radiasi inframerah dan berakibatkan panasnya atmosfer bumi yang memicu pemanasan global serta krisis iklim.  Tingginya intensitas foodwaste dan foodloss di Indonesia ini tentu sangat memerlukan langkah inovasi dan solutif dalam menyelesaikan permasalahan ini. Oleh karena itu, dihadirkan gerakan Olah.ind dengan pilar  “Pilih, Pilah, Olah dan Kelola” melalui penerapan metode circular economy dapat berkontribusi signifikan dalam pengelolaan sisa pangan di Indonesia. Gerakan Olah.ind ini berfokus pada pengelolaan daur ulang limbah organik, khususnya sisa pangan yang biasanya terbuang begitu saja di tempat sampah menjadi lebih bernilai ekonomi, yaitu menjadi produk bioethanol dan kompos melalui pemberdayaan sosial disabilitas sebagai mitra produktif. Gerakan Olah.ind menjadi suatu langkah perwujudan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan 3 tentang kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan seluruh penduduk semua usia, tujuan 5 mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan, tujuan 8 dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, peluang  kerja yang produktif dan pekerjaan layak, tujuan 10 berkurangnya kesenjangan, tujuan 12 produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab serta tujuan 13 tentang perubahan iklim. 

 

Baca juga : Indra Karya Garap Bendungan Kering Pertama Di Indonesia

(Sumber Gambar: https://sdgs.bappenas.go.id/)

Gerakan Olah.ind dimulai dari tahapan edukasi dan pelatihan kepada penyandang disabilitas. Tahapan edukasi dan pelatihan ini diharapkan dapat memberdayakan penyandang disabilitas sebagai suatu golongan terbelakang dalam produktivitas sekaligus menambah wawasan mereka. Tahapan ini dilaksanakan selama 2 bulan dengan pemberian materi terkait limbah organik, pengolahan kompos dan bioethanol. Produk kompos dan bioethanol menjadi produk output dari Olah.ind dengan pertimbangan hasil penelitian (Markus Tandyta, 2020) sebelumnya mengemukakan bahwa bahan organik yang mengandung gula, seperti karbohidrat jenis jagung, nasi, kentang, singkong dan karbohidrat lainnya yang sering menjadi sisa pangan domestik  dapat difermentasi menjadi bioethanol. Maraknya peluang pemanfaatan bioethanol sebagai bahan bakar energi terbarukan   masa depan (Wiratmaja et al., 2020) mendukung pemilihan dari produk bioethanol, sedangkan produk kompos dipilih sebagai pemenuhan kebutuhan kompos yang kian menanjak di pertanian Indonesia.  Pada akhir tahapan edukasi dan pelatihan ini akan disertai dengan evaluasi, agar diharapkan penyandang disabilitas sebagai calon mitra produktif dari produk Olah.ind berkompeten dalam pengelolaan produk. Tahapan kedua terbagi atas proses produksi dan distribusi. Proses produksi ini dilakukan oleh para mitra produktif yang akan mengelola hasil sisa pangan menjadi kompos dan bioethanol yang diperoleh dari proses distribusi. Proses produksi dilakukan dengan tahapan Pilih, memilih limbah organik, dilanjutkan Pilah untuk memilah jenis limbah organik yang akan digunakan sebagai bahan fermentasi bioethanol dan kompos. Kemudian, tahapan Olah yang dilakukan pihak mitra produktif untuk mengolah sisa pangan tadi menjadi produk kompos dan bioethanol. Tahapan produksi yang terakhir adalah Kelola yang dilakukan untuk mengelola hasil produk tersebut siap didistribusikan. Pada tahapan kedua, yaitu distribusi terbagi atas distribusi pengambilan limbah organik dan distribusi hasil produksi. Distribusi pengambilan limbah organik dilakukan dengan kerja sama antara pihak penyedia limbah organik ataupun pengangkut sampah, sedangkan distribusi produk dilakukan dengan menyalurkan produk kompos kepada petani, pemilik perkebunan dan pihak urban farming. Gerakan Olah.ind tidak hanya sekadar pengelolaan limbah organik sisa pangan saja, melainkan di dalamnya juga mencakupi beberapa kegiatan campaign #21HariTanpaSisa akan aktif digelar tiap bulannya di media sosial. Peserta akan melakukan 3 jenis kegiatan, yaitu mempublikasikan dokumentasi progress menghabiskan makananan, menggunakan alat dan bahan ramah lingkungan, serta aktif berkegiatan ramah lingkungan. Bagi peserta yang berhasil mengikuti campaign memperoleh poin yang dapat ditukarkan dengan berbagai reward berupa produk Olah.ind.  Selain campaign #21HariTanpaSisa, akan digelar pula pengumpulan sisa pangan tiap weekend dengan sasaran masyarakat umum yang akan membawa sisa pangannya ke booth Olah.ind. Dari hasil produk Olah.ind yang diproduksi oleh mitra produktif, tentunya akan menambah pemasok ekonomi mereka. Dengan adanya gerakan Olah.ind ini, diharapkan dapat menjadi sebuah kontribusi inovasi solutif dalam perwujudan Indonesia bebas limbah organik berbasis metode economy circular yang implementasinya ikut serta memberdayakan berbagai pihak, khususnya penyandang disabilitas.  
Olah.ind
Karena sisa panganmu, masih berarti. 

DAFTAR PUSTAKA

Food Waste Index 2021. Diakses online pada 28 Desember 2022 melalui https://www.unep.org/resources/report/unep-food-waste-index-report-2021 
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). “Jumlah Sampah Makanan Di Indonesia Dalam Rentang Tahun 2000-2019” diakses online pada 28 Desember 2022 melalui https://www.bappenas.go.id/


Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.