Dark/Light Mode

Melihat Hasil Gebrakan Ganjar Pranowo Majukan UMKM Jateng Lewat Penguatan Akses Permodalan

Jumat, 13 Januari 2023 21:33 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Foto: Humas Pemprov Jateng)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Foto: Humas Pemprov Jateng)

RM.id  Rakyat Merdeka - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Jawa Tengah terus tumbuh positif sejalan dengan masa pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank Jateng di bawah arahan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuktikan komitmennya terhadap UMKM lewat penguatan akses permodalan dan kapasitas pelaku UMKM melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Pada tahun 2022, Pemprov Jateng diketahui menyalurkan KUR hingga Rp 55,27 triliun. Tak heran, daerah ini dinobatkan sebagai provinsi penyalur KUR untuk UMKM terbesar se-Indonesia.

Posisi Jateng dalam penyaluran KUR mengungguli Jawa Timur dan Jawa Barat, masing-masing dengan nilai penyaluran sebesar Rp 54,33 triliun dan Rp 42,15 triliun. Berkat maksimalnya akses pembiayaan UMKM, optimisme masyarakat pun semakin menguat.

Baca juga : Sahabat Ganjar Gelar Bersih-Bersih Pantai Pekalongan

Berdasarkan data Pemprov Jateng, jumlah UMKM binaan terus mengalami kenaikan sejak tahun 2018 sebanyak 143.738; tahun 2019 sebanyak 161.458; tahun 2020 sebanyak 167.391; tahun 2021 sebanyak 173.431; dan tahun 2022 sebanyak 178.821.

Adapun UMKM berdasarkan sektor di triwulan 4 tahun 2022, yakni dari sektor produksi sebanyak 64.115; pertanian sebanyak 28.373; perdagangan sebanyak 65.391; dan jasa sebanyak 20.942.

Sedangkan jumlah tenaga kerja UMKM binaan yakni sudah mencapai 1.320.953 orang. Naik dari tahun 2018 sebanyak 1.043.320; tahun 2019 sebanyak 1.293.240; tahun 2020 sebanyak 1.298.007; tahun 2021 sebanyak 1.311.015; dan tahun 2022 sebanyak 1.320.953.

Kenaikan UMKM binaan juga diikuti dengan kenaikan omset dan aset. Untuk omset, tahun 2018 sebesar Rp 55,69 triliun; tahun 2019 sebesar Rp 67,55 triliun; tahun 2020 sebesar Rp 67,08 triliun; tahun 2021 sebesar Rp 68,24 triliun; dan 2022 sebanyak Rp 68,48 triliun.

Baca juga : Ganjar Pulihkan Lahan Kritis Dengan Penanaman Pohon

Pelaku UMKM, Yuni (55), tak pernah menyangka, kucuran kredit Bank Jateng telah memberinya berkah bagi keluarga.

Berkat suntikan modal, warga Kota Semarang itu bisa melanjutkan bisnis UMKM-nya, berupa kerajinan tangan dan snack, yang digeluti sejak 2006 lalu. 

Yuni mengajukan pinjaman modal melalui program Kredit Mitra Jateng 25 sebesar Rp 25 juta, dengan suku suku bunga tiga persen.

Sebenarnya dia berharap mendapatkan KUR, tapi saat itu kuotanya sudah penuh. Pinjaman itu kemudian dimanfaatkan untuk modal usaha, di antaranya membeli bahan baku. Sebelumnya, dia mengaku usahanya kurang optimal, karena terbentur akses permodalan.

Baca juga : Santri Dukung Ganjar Beri Bantuan Karpet Hingga Sembako Di Pesanggrahan

”Saat mengurus di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pasar Johar, semua proses sangat mudah dan nggak berbelit-belit. Yang bikin senang, pencairannya cepat, cuma dua hari,” kata Yuni, saat dihubungi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.