Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wapresdir Toyota: Tekan Emisi Karbon, Perlu Kolaborasi Semua Pihak
Selasa, 7 Maret 2023 11:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto mengatakan, emisi karbon merupakan musuh kita bersama. Tanpa kolaborasi semua sektor, akan sangat sulit untuk mewujudkan target-target Net-Zero Emission.
Hal tersebut dikatakan Nandi pada acara seminar 100 tahun industri otomotif Indonesia yang bertema “Percepatan Industri Dan Ekosistem Baterai Menuju Percepatan Popularisasi Elektrifikasi Di Indonesia,” di UNS Tower, Solo, Jawa Tengah, Selasa (7/3).
“Kami berkeyakinan bahwa menyebarluaskan pemahaman mengenai Net-Zero Emission, terutama ke kalangan generasi muda merupakan hal yang sangat penting, karena generasi muda merupakan key driver dan game changer menuju era ekonomi dan industri hijau,” ujarnya.
Menurut dia, industri nasional terutama otomotif saat ini tengah bertransisi menuju elektrifikasi dan teknologi ramah lingkungan. Baru-baru ini, Toyota meluncurkan produksi perdana kendaraan elektrifikasi lokal buatan anak bangsa yaitu Kijang Innova Zenix Hybrid Electric Vehicle, kendaraan ini juga sudah dan akan diekspor ke negara-negara di kawasan Asia, Timur tengah, Afrika dan Amerika Latin.
Baca juga : Kerek Jumlah Pelanggan, JCB Indonesia Perkuat Kolaborasi Dengan Mitra Bisnis
“Hal ini merupakan salah satu upaya Toyota Indonesia dalam memopularisasikan kendaraan elektrifikasi mulai dari hybrid electric vehicle,” katanya.
Menurut dia, dengan diproduksi dan diekpornya kendaraan elektrifikasi dari Indonesia, mencerminkan bahwa industri otomotif di nasional telah memasuki “the next level” karena sudah mampu menghadirkan produk yang berteknologi tinggi serta ramah lingkungan.
Hal ini tentu saja merupakan buah dari pengembangan SDM yang berkesinambungan sehingga memungkinkan industri nasional terutama sektor otomotif memiliki pondasi yang kuat untuk menuju era transformasi ke elektrifikasi.
“Dengan keunggulan kompetitif ini, Indonesia akan semakin meningkatkan posisinya sebagai salah satu basis produksi dan ekspor, termasuk untuk Kendaraan Listrik Hibrida, yang didukung dengan perakitan baterai lokal, di fasilitas produksi Toyota Indonesia,” katanya.
Baca juga : TACO Kembali Hadir dalam Pameran Kolaborasi Kreatif Karya Kita
Untuk dapat berperan aktif dalam pengurangan emisi kami tidak hanya mengelola di hilirnya saja atau produk mobilnya saja, namun mulai dari proses produksi pembuatan mobil di fasilitas manufaktur Toyota serta rantai pasok kami seperti penggunaan bahan bakar bio, memanfaatkan energi baru terbarukan serta teknologi rendah emisi.
Dari sisi produk, kami mempersiapkan berbagai jenis teknologi, mulai dari hybrid electric vehicle, plug-in electric vehicle, battery electric vehicle, hydrogen electric vehicle serta fexi engine yang pada implementasinya akan saling melengkapi satu sama lain untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau.
Berbicara mengenai teknologi elektrifikasi terutama di sektor otomotif, sesuai dengan tema Seminar Nasional hari ini, industri baterai beserta ekosistemnya menjadi salah satu faktor penting menuju era baru ini. Saya berharap Seminar hari ini bisa mendiskusikan kesempatan dan tantangan yang harus dihadapi bersama sehingga Indonesia bisa menjadi pemimpin di era perubahan ini, mengingat potensi negeri tercinta ini sangatlah besar.
Sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman terkait teknologi elektrifikasi dan energi hijau, kami telah membangun dan meluncurkan sebuah fasilitas pembelajaran yang kami sebut dengan nama “xEV Center” di area Pabrik Karawang 3.
Baca juga : Makin Juara, Toyota Ekspor Perdana Kendaraan Listrik Buatan Lokal
“Semoga seminar ini kita bisa menjadi wahana untuk saling membagi pengetahuan, memfasilitasi diskusi yang bermanfaat bahkan mampu menghasilkan rekomendasi-rekomendasi bagi para pemangku kepentingan,” ujarnya.
Terakhir, dia mengajak menyongsong era elektrifikasi dengan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor yang tidak hanya mengandalkan natural resources tetapi bertumpu pada manusia-manusia yang handal terutama generasi muda penerus bangsa.
Gandeng 7 Universitas
Secara total seminar ini diselenggarakan bekerja sama dengan 7 universitas di Indonesia dan hari ini di UNS merupakan rangkaian ke-5. Empat seminar sebelumnya telah dilaksanakan di Universitas Diponegoro, Semarang, Universitas Udayana Bali, Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya dan Institut Teknologi Bandung. Seri Seminar Nasional ini menekankan pada topik-topik dan diskusi yang diharapkan dapat mempercepat atau mengidentifikasi strategi pelaksanaan pengurangan karbon di setiap sektor potensial yang sejalan dengan prioritas pemerintah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya