Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Berikan Kontribusi Pada Perekonomian Rp 428 T
GoTo Tahan Banting Saat Pandemi Dan Pemulihan
Sabtu, 1 April 2023 07:30 WIB
Sebelumnya
Apalagi kontribusi Gojek dan Tokopedia sebelum merger pun sudah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat yang terkena dampak, termasuk sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah).
“Diharapkan pasca pandemi ini, ekonomi digital dunia tetap stabil. Bahkan di Indonesia, proyeksinya sangat besar. Hanya saja ancaman PHK dan penurunan daya beli tentu akan berpengaruh ke ekonomi digital,” warning Heru.
Dia optimistis, bahwa bisnis digital masih akan terus berkembang dan memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kalaupun banyak yang menyebut saat ini memasuki masa senja (sunset), tapi Heru yakin, ekonomi digital Indonesia tetap jalan.
“Namun ancaman eksternal seperti resesi global sebagai dampak konflik Rusia-Ukraina yang berdampak ke Eropa dan Amerika Serikat, tidak bisa diabaikan,” ungkapnya.
Baca juga : PLN Jakarta Komit Tidak Ada Pemadaman Listrik Saat Pemeliharaan Gardu
Dampak Multiplier
Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, GoTo merupakan salah satu perusahaan yang membantu Indonesia di masa pemulihan pasca pandemi.
Melalui kajian LPEM FEB UI, pihaknya mengapresiasi kontribusi dan dampak nyata GoTo ke perekonomian nasional, khususnya dalam menciptakan tambahan lapangan pekerjaan melalui bisnis mitra UMKM-nya, mengurangi tingkat kemiskinan dan mengurangi kesenjangan pendapatan.
Ke depan, ia yakin skala dampak GoTo akan berkembang seiring pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan tumbuh hingga 360 miliar dolar AS (Rp 5.389,9 triliun) di tahun 2030.
Baca juga : Presiden Temui Perwakilan Warga Yang Berdemo Saat Peresmian Tol Semarang-Demak
“Saya berharap GoTo terus dapat menghadirkan inovasi produk dan layanan yang berguna untuk jutaan mitra driver, mitra UMKM, dan konsumen di Indonesia. Serta secara konsisten mampu mentransformasi UMKM untuk masuk ke ekosistem digital,” tutur Airlangga di Jakarta, Kamis (30/3).
Secara lebih dalam, penelitian LPEM UI menunjukkan bahwa ekosistem GoTo telah menghasilkan dampak kepada masyarakat. Selain berpotensi memberikan kontribusi hingga Rp 428 triliun ke ekonomi nasional, ada beberapa temuan penting dari riset ini.
Beberapa di antaranya, ekosistem GoTo Group mampu meningkatkan kesempatan kerja masyarakat. Berdasarkan penelitian, secara keseluruhan aktivitas bisnis GoTo Group melalui mitra UMKM telah menambah kesempatan kerja bagi 1,1 juta hingga 1,7 juta jiwa di angkatan kerja, atau setara 0,8-1,2 persen dari total penduduk bekerja di tahun 2022 yang mencapai 135 juta.
“Penambahan ini di luar belasan jutaan mitra yang sudah berada di ekosistem GoTo,” tambah Chaikal.
Baca juga : GMC Banten Ajak Masyarakat Berbudi Daya Ikan Nila Sistem Bioflok
Kemudian, kehadiran ekosistem GoTo Group juga berkontribusi dalam menurunkan tingkat kemiskinan sebesar 0,317 persentase poin secara rata-rata di kabupaten/kota.
Jika diakumulasi ke tingkat nasional, ukuran dampak oleh koeksistensi GoTo setara dengan mengeluarkan 24.666 orang dari kemiskinan, atau 1 persen dari total pengurangan jumlah penduduk miskin sepanjang periode 2015-2022.
“Selanjutnya, peluang pekerjaan yang ditawarkan ekosistem GoTo Group dapat berkontribusi untuk menurunkan kesenjangan pendapatan,” tutup Chaikal. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya