Dark/Light Mode

Kisah Perjuangan Petugas PLN, Dibalik Gemerlapnya KTT ASEAN Di Labuan Bajo

Minggu, 14 Mei 2023 17:10 WIB
Ketut Sapta Wijaya (38), salah seorang personel PLN asal Bali yang mendapatkan penugasan Bawah Kendali Operasi (BKO) membangun pos komando terpusat atau command center kelistrikan di Labuan Bajo. (Dok. PLN)
Ketut Sapta Wijaya (38), salah seorang personel PLN asal Bali yang mendapatkan penugasan Bawah Kendali Operasi (BKO) membangun pos komando terpusat atau command center kelistrikan di Labuan Bajo. (Dok. PLN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gemerlap cahaya di panggung hiburan Gala Dinner Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-42 di Labuan Bajo berhasil memikat perhatian para delegasi.

Penataan panggung dengan latar laut itu tampak semarak dengan warna-warni lampu yang mempesona.

Di balik kesuksesan tersebut terdapat lebih dari 500 petugas kelistrikan yang bersiaga mengamankan kelistrikan event KTT ASEAN.

Baca juga : Kapolri Dinilai Sukses Jaga KTT ASEAN Summit Di Labuan Bajo

Ketut Sapta Wijaya (38), salah seorang personel PLN asal Bali yang mendapatkan penugasan Bawah Kendali Operasi (BKO) menceritakan perjuangannya membangun pos komando terpusat atau command center kelistrikan di Labuan Bajo.

Cuaca ekstrem menjadi tantangan paling besar. Panas terik dan hujan lebat disertai angin kencang datang silih berganti membuat penugasan menjadi sangat menantang.

"Saya bersama tim terjun ke lapangan, mendatangi gardu-gardu listrik untuk menambah peralatan listrik tambahan di sistem kelistrikan. Beberapa kali juga harus menembus hutan dan turun ke sawah. Cuaca memang membuat pengerjaan sangat menguras energi. Matahari di Labuan bajo sangat terik, suhunya menjadi lebih panas dibandingkan Bali. Dari panas tiba-tiba hujan deras dengan angin kencang," ucap Sapta.

Baca juga : Labuan Bajo Siap Jadi The Next Bali

Cuaca ekstrem tersebut bahkan sempat membuatnya jatuh sakit terkena demam dan flu. Namun, dengan waktu persiapan yang lebih singkat dibandingkan persiapan KTT G20 dirinya tetap bekerja demi menyelesaikan command center untuk pengaturan listrik KTT ASEAN.

"Biasanya untuk membangun command center ini butuh waktu 1 bulan, namun di KTT ASEAN ini kami kebut hanya menjadi 9 hari. Ini bisa cepat juga karena kita sudah punya pengalaman di KTT G20," kata Sapta yang merupakan Asisten Manajer Fasilitas Operasi PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi Bali.

Melihat kesuksesan event KTT ASEAN, dirinya pun bersyukur dan merasa bangga karena bisa menjadi bagian dari kesuksesan negara menggelar event yang dihadiri kepala negara-negara ASEAN.

Baca juga : Top! Menteri Jokowi Borong Produk UMKM Binaan PLN Di KTT ASEAN Labuan Bajo

"Saya tidak akan lupa karena bisa menjadi bagian dari event ini. Hujan, panas, rasa letih dan sakit terbayar tuntas melihat event ini berjalan sukses. Dan yang paling penting, saya bisa bangga menceritakan perjuangan saya untuk melistriki KTT ASEAN kepada anak saya," ucap Sapta dengan penuh haru.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.